Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bentrok Antarwarga di Kota Magelang Dipicu Konflik Pribadi, Kini Kedua Pihak Sudah Berdamai

Naila Nihayah • Selasa, 18 Maret 2025 | 20:37 WIB
Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum.
Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum.

MAGELANG - Bentrok antarwarga pecah di Jalan Singosari, Magelang Selatan, Senin malam (17/3/2025). Bentrokan tersebut dipicu adanya konflik pribadi. Beruntung, polisi segera turun tangan dan memediasi kedua belah pihak. Dari kejadian itu, polisi menyita sejumlah senjata tajam (sajam). 

Dari rekaman yang beredar di media sosial, masing-masing kelompok warga tampak saling menantang. Bahkan, mereka terlihat membawa sajam dan menyulut petasan. Selang beberapa menit, polisi datang ke lokasi dan mereka membubarkan diri.

Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum mengutarakan, sebetulnya ada dua peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya bentrokan tersebut. Bentrokan pertama terjadi sekitar pukul 15.00 dan selanjutnya pukul 22.00. "Antara warga Paten Gunung dan Karanggading," bebernya, Selasa (18/3/2025). 

Dia menyebut, bentrokan itu dipicu konflik pribadi hingga mendatangkan sejumlah massa. Karena itu, personel kepolisian bersama Satpol PP dan TNI gerak cepat untuk mendatangi lokasi serta membubarkan pertikaian tersebut. 

Anita mengatakan, personel pun melakukan mediasi terhadap perwakilan warga dari dua kampung itu. Mereka menyadari bahwa ada kesalahpahaman yang memicu terjadinya bentrok. Sehingga mereka membuat surat pernyataan damai dan menjamin untuk tidak melakukan bentrokan ulang. 

Namun, dia menegaskan, apabila kedua kelompok warga tersebut melakukan aksi serupa, polisi bakal menindak mereka sesuai aturan hukum yang berlaku. "(Pemicunya rebutan lahan parkir) tidak, bukan masalah lahan parkir. Itu masalah pribadi," sebutnya. 

Dia menyebut, ada sembilan buah sajam berbagai jenis dan dua tongkat yang disita. Beruntung, dalam bentrokan tersebut tidak menimbulkan korban. "Polisi datang, mereka langsung membubarkan diri. Jadi, tidak kami amankan (pelaku), hanya membuat surat pernyataan," imbuh dia. 

Dengan maraknya kejadian itu, khususnya selama Ramadan, polisi bakal memperkuat kegiatan patroli di titik-titik rawan. Mulai dari selesai salat tarawih hingga menjelang sahur. Sebab tawuran hingga bentrok antarwarga kerap terjadi di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku prihatin dengan bentrokan yang terjadi. "Tidak usah dibesar-besarkan (masalahnya). Itu masalah oknum saja, bukan kelompok. Artinya, kita nanti berikan edukasi kepada warga tentang pentingnya keamanan sebuah wilayah," bebernya.

Pemkot pun bakal terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian maupun TNI untuk selalu menjaga kondusifitas di Kota Magelang.

"Sudah selesai (permasalahannya), sudah damai. Itu (bentrokan) bukan karena rebutan lahan parkir. Karena parkir itu domainnya pemerintah," sambungnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bentrok #Antar kelompok #Kota Magelang