KEBUMEN - Para produsen peci rumahan di Kebumen ikut ketiban berkah dengan datangnya bulan suci Ramadan.
Omzet yang mereka terima saat ini naik signifikan seiring ramainya permintaan peci.
Seperti diungkapkan Bahrudin, produsen peci asal Desa Bojongsari, Kecamatan Alian. Dia mengaku banyak untung karena permintaan peci naik 70 persen ketimbang hari biasa.
Kondisi ini membuat dirinya harus menambah pekerja untuk mencukupi permintaan pasar.
"Pas hari bisa kirim sekitar 200 kodi, sekarang sampai 500 kodi," ucapnya, Senin (17/3/2025).
Bahrudin tak memungkiri banyaknya permintaan peci tidak lepas dari pola jual beli online.
Strategi pemasaran digital ini dilakukan karena dinilai lebih mudah menjangkau para calon pelanggan.
Adapun saat ini permintaan peci yang dia produksi datang dari berbagai daerah, mulai Jawa hingga Sumatera.
Selama produksi pada Ramadan ini dia dibantu sedikitnya 30 pekerja. Mereka merupakan tetangganya sendiri yang sudah terbiasa memproduksi peci di saat terjadi lonjakan pesanan.
"Banyak pesanan otomatis buka lapangan kerja. Kami juga terbantu dengan adanya toko online," jelasnya.
Perajin peci lain Subardan, 63, mengungkapkan hal sama. Dia merasakan lonjakan permintaan peci sejak awal Ramadan.
Kondisi ini diprediksi akan terus terjadi hingga jelang Lebaran mendatang. "Di sini kan sentra peci, sekarang kebanyakan sedang sibuk layani pesanan," ucapnya.
Dia mengatakan, hasil produksi peci warga Bojongsari tidak kalah saing dengan hasil pabrikan.
Sebab para pengrajin peci selalu mengutamakan kualitas, ketimbang beradu persaingan harga.
Adapun peci khas Bojongsari yang dipasarkan tersedia berbagai jenis dan variasi. Harga yang dibanderol juga tergantung kualitas dan ukuran.
"Peci sesuai permintaan ada. Harga mulai dari termurah Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu," ungkapnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita