KEBUMEN - Pemkab Kebumen memastikan ketersediaan komoditas pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 tercukupi. Masyarakat diminta untuk tidak panik dengan belanja secara berlebihan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, pasokan bahan pangan selama ramadan dan musim libur lebaran dalam keadaan aman. Ia menegasakan, sejauh ini tidak ada kendala terkait ketersediaan bahan pangan masyarakat. "Antara ketersediaan dan kebutuhan bahan pokok bisa mencukupi," jelasnya, Selasa (11/3).
Lilis tak memungkiri kondisi harga pangan saat ini terbilang fluktuatif. Berdasar pantauan pasar terdapat beberapa bahan pokok mengalami kenaikan. Namun, harga yang dibanderol saat ini dinilai masih cenderung stabil. "Dari hasil pantauan pasar stok aman. Harga masih cukup terkendali," jelasnya.
Lebih lanjut, pada momentum ini Lilis mengingatkan baik pedagang maupun pembeli untuk memperhatikan aspek keamanan pangan. Ia mengajak agar semua waspada terhadap bahan pangan yang mengandung zat berbahaya, termasuk bahan pangan yang sudah kadaluarsa.
Lilis meminta tim kemananan pangan daerah yang sudah dibentuk untuk bekerja optimal dengan menyisir pasar tradisional maupun modern. "Hati-hati ketika sudah ada indikasi bahan pangan berbahaya. Harus lebih selektif lagi," kata Lilis.
Kepala Dinas KUKM Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, pihaknya bersama lintas sektor dalam waktu dekat akan menggelar gerakan pangan murah alias GPM. Program penanganan inflasi ini akan menyasar sedikitnya 106 desa dengan kategori miskim ekstrem dan rawan pangan.
"Teknisnya nanti di kantor pos. Jadi kami jual barang yang memang rentan naik, misal bawang, minyak dan daging," ucap Haryono.
Dia pun mengimbau agar pelaku usaha tidak nekat menimbun atau mempermainkan harga di saat masyarakat butuh bahan pokok. Hal ini dianggap penting guna memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo