KEBUMEN - Bangunan sentra kuliner Kapal Mendoan di Kebumen dinilai tidak ramah disabilitas. Keluhan ini dirasakan para difabel yang merasa aksesibilitas mereka kurang begitu diperhatikan. Terutama pada bagian lantai bawah karena tidak tersedia tangga khusus bagi penyandang disabilitas.
Seperti diungkapkan penyandang disabilitas Nahar Pamuji, 45, warga Desa Plumbon, Kecamatan Alian. Dia cukup menyayangkan bangunan megah Kapal Mendoan justru tidak didukung adanya fasilitas standar untuk penyandang disabilitas. "Sengaja tidak dipikirkan atau tidak kepikiran. Orang disabilitas seperti saya kalau tidak ada tangga khusus pasti sulit untuk naik ke lantai dua," katanya Jumat (7/3).
Penyandang disabilitas daksa itu ikut merasa prihatin lantaran pemerintah sendiri kurang memperhatikan kebutuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Mestinya, kata dia, pemerintah memberikan hak yang sama bagi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. "Tidak semua masyarakat fisiknya normal. Itu yang perlu jadi catatan," lontar Nahar.
Dia juga tak habis pikir bangunan Kapal Mendoan yang menelan anggaran satu paket dengan revitalisasi alun-alun senilai Rp 9,8 miliar itu justru tidak dirancang ramah didabilitas. Dia berharap pemerintah daerah segera membenahi fasilitas publik yang saat ini belum tersedia fasilitas bagi penyandang disabilitas. "Ini kan bupati baru. Coba saya tunggu, komitmen beliau dalam memberikan kesempatan yang sama untuk difabel," ucapnya.
Menurut Nahar, penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas saat ini sudah menjadi keharusan. Dia pun ingin melihat komitmen kepala daerah terkait pelayanan masyarakat tanpa diskriminatif. "Sekarang rumah pribadi saja sudah pakai lift. Di Kapal Mendoan pakai lift bisa. Kalau mau murah ya pakai lift barang," sarannya.
Sementara itu, Ketua Sahabat Disabilitas Kebumen (SDK) Teguh Kuatno mengatakan, minimnya fasilitas pendukung bagi disabilitas di bangunan Kapal Mendoan perlu menjadi catatan khusus. Dia meminta agar pemerintah daerah saat ini lebih peduli terhadap keberadaan penyandang disabilitas. "Kasihan teman-teman. Mereka juga ingin menikmati pemandangan dari lantai dua Kapal Mendoan," ucapnya.
Selain di Kapal Mendoan, dia juga menemukan masih banyak kantor pemerintahan yang belum memberikan fasilitas ramah disabilitas. Kondisi ini memaksa mereka untuk bersusah payah ketika hendak mengurus keperluan di kantor pemerintahan. "Sudah saatnya pemerintah beri layanan berkeadilan. Jangan membeda-bedakan," tegas Teguh. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita