MUNGKID - Sebanyak 80 biksuni atau biksu perempuan dari sebelas negara beribadah ke Candi Borobudur. Puluhan biksuni itu mengenakan jubah kebesarannya dan tiba di Marga Utama, kompleks Candi Borobudur Jumat (7/3).
Mereka disambut dengan prosesi mencuci kaki dengan bunga mawar. Kemudian, dilanjutkan dengan naik ke struktur Candi Borobudur untuk beribadah, memanjatkan doa, serta pradaksina.
Selain beribadah, mereka juga memberikan penghargaan kepada 22 perempuan yang telah berkontribusi bagi kemajuan agama Buddha di seluruh dunia. Sekaligus untuk memperingati Hari Perempuan Internasional saban 8 Maret.
Baca Juga: Tak Mau Kulon Progo Jadi Tempat Sampah Luar Daerah, Wakil Bupati Ambar Purwoko Gelar Sayembara
Perwakilan penerima penghargaan Fatmawati menyebut, ada 80 biksuni dari berbagai daerah yang bekunjung ke Candi Borobudur. Di antaranya dari Indonesia, Malaysia, Taiwan, China, Singapura, India, Nepal, hingga Thailand.
"Kami datang untuk menerima penghargaan atau award kepada wanita yang telah berjasa untuk perkembangan agama Buddha," bebernya.
Perwakilan masing-masing negara, kata dia, menerima penghargaan dari organisasi Buddhis. Sebagai perempuan yang telah berkontribusi untuk perkembangan agama Buddha. Serta aktif memberdayakan perempuan di negaranya. Satu di antara perempuan yang menerima penghargaan adalah Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya.
Hanya saja, Hartati meminta dirinya agar menjadi wakil untuk menerima penghargaan tersebut. Hartati dinilai sebagai salah satu perempuan yang telah berjasa untuk perkembangan agama Buddha dan dhamma di Indonesia. Sekaligus menjadi sosok yang memberdayakan perempuan.
"Dalam hal pembangunan tempat-tempat ibadah agama Buddha di seluruh Indonesia," sebutnya.
Dia berharap, peringatan Hari Perempuan Internasional ini dapat memberi semangat kepada para biksuni dan umat Buddha untuk terus melatih dan membina diri. "Dan juga berbagi cinta kasih untuk semua makhluk," lontarnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita