KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan pidato perdananya di hadapan wakil rakyat melalui sidang paripurna DPRD Kebumen Rabu (5/3). Dalam sidang paripurna tersebut, Lilis menyatakan komitmennya untuk melepas Kabupaten Kebumen dari predikat daerah termiskin di Jawa Tengah.
Di atas mimbar, Lilis memaparkan tantangan terbesar di Kebumen selama ini ialah terlepas dari jurang kemiskinan. Menurut Lilis, tingginya angka kemiskinan yang selalu menjadi persoalan menahun perlu dicarikan jalan keluar. "Sudah terlalu lama Kebumen jadi kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Tentu ini bukan predikat membanggakan," bebernya.
Lilis yakin, Kabupaten Kebumen dengan sejuta potensi mampu keluar dari predikat termiskin. Meski tidak mudah, berbagai ikhtiar akan terus dilakukan pemerintah daerah.
Dia pun menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk menjawab persoalan kemiskinan. "Tantangan besar ini tidak dapat diselesaikan kami sendirian. Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk DPRD," jelasnya.
Istri dari bupati Kebumen 2016-2021 Fuad Yahya itu mengungkapkan, terdapat beberapa pola kerja yang akan dilakukan demi mengentaskan angka kemiskinan. Antara lain dengan akurasi bank data kemiskinan yang akan menjadi skala prioritas terdekat. Lalu, pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.
Selain itu, di masa pemerintahannya juga akan berupaya meningkatkan daya saing daerah. Yakni dengan mendorong potensi di berbagai sektor, meliputi pertanian, pariwisata dan UMKM. "Komitmen kami jelas, bagaimana melepas predikat kabupaten termiskin di Jawa Tengah," ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman menyebut, kemiskinan masih di angka 15 persen atau berkisar 187 ribu jiwa tersebut ikut menjadi perhatian lembaga legislatif. Melalui berbagai kewenangan, DPRD akan melakukan intervensi agar angka kemiskinan terus berkurang.
DPRD juga fokus terhadap beberapa isu yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Seperti halnya ketersediaan jaminan kesehatan, optimalisasi layanan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga fokus penekanan angka stunting. "Saya pikir apa yang diungkapkan bupati sejalan dengan target kami. Penanganan kemiskinan ini harus dikerjakan bersama," ungkap Saman. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita