KEBUMEN - Program makan bergizi gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan meski di bulan Ramadan. Hanya saja mekanisme pemberian berbeda dari hari biasa. Yakni dengan mengganti menu dari siap saji berubah menjadi makanan kering atau snack.
Pengurus Yayasan Saka Tunggal Bersinar Daryani menyampaikan, pemberian snack sebagai pengganti makanan siap saji telah berdasar petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Adapun makanan yang diberikan berupa roti, sereal, kurma, telur, susu, dan roti. "Bukan sayuran dan lauk matang seperti hari normal. Kalau dimasak nanti tidak enak karena terlalu lama," ungkapnya Senin (3/3).
Daryani memastikan, tidak ada kendala dalam menjalankan program MBG selama Ramadan. Adapun pilihan menu makanan yang disajikan merupakan makanan tahan lama, sehingga dapat dibawa pulang siswa untuk bekal berbuka puasa. Pemilihan menu juga atas pertimbangan kandungan gizi serta keamanan ketika dikonsumsi. "Program prinsipnya tetap jalan. Semua diganti makanan kering," ucapnya.
Daryani menyampaikan, Yayasan Saka Tunggal Bersinar selaku mitra BGN saat ini telah melayani total 7.640 sasaran MBG. Masing-masing tersebar di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Kebumen, Gombong, dan Klirong. "Kami sedang berupaya tambah, baik dari kapasitas maupun jumlah dapur yang tersedia," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kebumen Iwan Danardono mengatakan, peralihan menu makanan berat ke makanan ringan merupakan petunjuk atau instruksi pusat. Kondisi ini dilakukan untuk menyikapi Ramadan 1446 H. "Bagi yang tidak puasa bisa dimakan sembunyi di sekolah atau di rumah," ucapnya.
Iwan menyebut, program MBG di Kebumen sudah berjalan per 17 Februari. Kendati begitu, program ini akan berjalan secara bertahap karena belum menjangkau seluruh kecamatan. Dia menegaskan, dari 26 kecamatan yang ada akan merasakan program MBG, sembari menunggu kesiapan dapur sehat yang bakal beroperasi. "Setiap dapur itu produksi 3.000 porsi dengan ketentuan mencakup radius maksimal lima kilometer," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita