KEBUMEN - Kodim 0709/Kebumen telah menyelesaikan proses pembangunan patung monumen ayahanda Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo. Inisiatif ini dilakukan untuk mengenang jasa sekaligus pengingat perjalanan hidup Sumitro Djojohadikusumo yang lahir di Kebumen.
Patung tersebut berada di pelataran sebuah hotel di pusat Kota Kebumen. Tepatnya di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen. Persis di seberang Stasiun Kebumen yang dulunya menjadi kompleks tempat tinggal kakek dan ayah Prabowo. Lokasi tersebut konon dulunya dijadikan pabrik gula terbesar di Jawa bagian selatan.
Monumen setinggi 2,5 meter tersebut menampilkan wajah Sumitro Djojohadikusumo yang mengenakan kacamata. Pada bagian bawah terdapat prasasti yang menceritakan proses kelahiran Sumitro di Kebumen. "Kami bangga, Kebumen kota kecil ternyata pernah lahir ekonom hebat. Beliau Prof Sumitro. Guru dari berbagai teknokrat," kata Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Ardianta Purwadhana, Rabu (19/2).
Ardianta menyatakan, selain bentuk penghargaan, patung yang menampilkan tokoh Sumitro Djojohadikusumo itu menjadi simbol atau ikon baru di Kebumen. Dia berharap dengan adanya patung akan mengingatkan perjalanan panjang sosok Sumitro dalam membangun bangsa di berbagai aspek. "Kebumen tidak boleh lupa di sini pernah lahir dan tinggal seorang tokoh besar," ujarnya.
Dari kejauhan, patung berwarna coklat itu terlihat gagah dan menambah kesan kokoh. Di sekeliling patung terdapat pagar berupa rantai besi. Rencananya monumen tersebut akan diresmikan dalam waktu dekat oleh perwakilan keluarga Presiden Prabowo. "Sedang persiapan, kami koordinasikan. Termasuk aula kodim kami namakan Prof Sumitro," ungkapnya.
Sumitro tercatat lahir di Kebumen pada 29 Mei 1917. Dia dikenal sebagai begawan ekonomi sekaligus politikus ulung. Di masa orde baru, Sumitro dipercaya untuk mengisi berbagai pos jabatan menteri.
Dari Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Riset dan Meteri Keuangan. "Bapak dari Sumitro ini pejabat di dinas perkreditan rakyat. Ketua Budi Utomo di Kebumen sekitar 1915," jelas praktisi sejarah asal Kebumen, Ravie Ananda.
Ravie mengatakan, pada Mei 2018, Prabowo juga sempat berkunjung ke Kebumen untuk napak tilas. Dia datang untuk menyaksikan langsung bekas rumah kelahiran bapaknya dulu. "Waktu itu beliau (Prabowo) datang ke Kebumen secara pribadi. Saya kebetulan ikut dampingi," bebernya.
Baca Juga: Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum DIY Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Desa: Masyarakat Dapat Bantuan Hukum yang Layak
Ravie menjelaskan, Sumitro lahir dari pasangan Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi. Proses persalinan Sumitro kala itu dibantu oleh dua dokter, yakni dr Oosterhuis dan dr Moehiman. Bayi itu kemudian diberi nama Sumitro Djojohadikusumo. "Lahirnya di kediaman Margono, karena saat itu lazimnya orang lahiran di rumah," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo