MAGELANG - Keluarga pasangan suami-istri (pasutri) asal Sleman yang ditemukan meninggal dalam mobil di Salam, Magelang, menolak dilakukan otopsi. Berdasarkan pemeriksaan rumah sakit, terdapat tanda-tanda keracunan.
Dua pasutri itu berinisial ER, 31 dan IM, 27, asal Dusun Pangukan RT 3/RW 10, Tridadi, Sleman. Sang istri meninggal dalam kondisi tengah mengandung tujuh bulan. Polisi pun masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah mengatakan, warga menemukan dua jenazah suami-istri di dalam sebuah mobil yang parkir di depan rumahnya. Setelah dievakuasi, terdapat muntahan dan sisa muntahan yang keluar dari mulut sang istri.
"Dari pemeriksaan dokter di RSUD Muntilan, didapat tanda-tanda ada keracunan. Namun itu belum bisa kami pastikan keracunan karena apa," ujarnya saat ditemui kemarin (18/2).
Untuk itu, polisi juga mengambil sampel muntahan yang bakal dikirim ke laboratorium forensik (labfor). Dengan begitu, polisi dapat menemukan titik terang dan memastikan penyebab kematian pasutri tersebut.
Bahkan, kata La Ode, polisi juga melakukan penyelidikan untuk mencari informasi sebanyak mungkin menyangkut dua jenazah itu. Seperti kondisi keluarga hingga masalah yang berpotensi menimbulkan pidana.
La Ode menyebut, keluarga pasutri itu menolak otopsi. "Tapi kami tetap mencari informasi apabila memang ada bukti kuat. Ini masih kami dalami. Apakah ada unsur pidana atau tidak," ucapnya.
Saat ditanya potensi keracunan gas pada AC, lanjut dia, masih didalami. Polisi juga memeriksa komponen AC pada mobil yang digunakan korban. "Makanya kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian sampai ada hasil dari labfor maupun pemeriksaan darah," tambahnya. (aya/laz)
Editor : Heru Pratomo