Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo, Lakon Wayang Babat Alas Wonomarto Turut DItampilkan

Muhammad Hafied • Senin, 17 Februari 2025 | 04:22 WIB
NGURI-URI BUDAYA: Penyerahan tokoh wayang Brotoseno dan Dewi Kunthi sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo
NGURI-URI BUDAYA: Penyerahan tokoh wayang Brotoseno dan Dewi Kunthi sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo

PURWOREJO - Pagelaran wayang kulit satu malam suntuk mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo pada Jumat (14/2/2025) malam. Dalam pentas wayang kulit tersebut Dalang Ki Muji Waluyo berkesempatan membawakan lakon Babat Alas Wonomarto.

Kegiatan ini berlangsung atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dan alumni Muda Ganesha (MG) SMA Negeri 1 Purworejo. Pertunjukan wayang kulit yang berlangsung di halaman Setda Purworejo itu ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Brotoseno dan Dewi Kunthi kepada dalang.

Dengan apik, sang Dalang membawakan lakon yang bercerita tentang perjalanan hidup tokoh pewayangan Pandawa. Lakon ini berkisah para Pandawa yang susah payah meniti hidup dengan membuka alas bernama Wonomarto. Dalam perjalanannya, berbagai rintangan dihadapi Pandawa hingga berhasil membangun Kerajaan Amarta.

Pj Sekda Purworejo R Achmad Kurniawan Kadir menyampaikan, pagelaran wayang kulit bukan sekadar pertunjukan semata. Tapi ada nilai luhur yang bisa menjadi pedoman hidup. Menurutnya cerita dalam lakon pewayangan juga memiliki pesan moral dan makna filosofi yang sangat mendalam. "Kebesaran dan kemajuan bangsa ini tidak lepas dari kekayaan dan kemajemukan budaya," ucapnya.

Kurniawan mengatakan, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi dan budaya melalui pagelaran wayang kulit. Terlebih masyarakat Purworejo juga cukup dekat dengan kesenian wayang kulit. Menurutnya antusiasme masyarakat untuk menonton wayang tetap tumbuh, meski kini banyak bermunculan alternatif hiburan lain. "Wayang kulit salah satu kesenian yang lekat dengan masyarakat Purworejo. Mulai dari masyarakat perkotaan hingga perdesaan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan MG SMAN 1 Purworejo 2003 Kurniasih mengaku bangga dapat menyodorkan suatu hiburan yang cenderung digandrungi banyak masyarakat Purworejo. Dia berharap dari pagelaran wayang tersebut bisa menjadi wadah mempererat kerukunan antar elemen masyarakat. "Selain nguri-uri kabudayan, bisa menjadi ajang silahturahmi," ungkapnya. (fid/eno)

 

 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#peringatan #rangkaian #pagelaran #Budaya #Kabupaten Purworejo #tokoh pewayangan #alumni #Pandawa #wayang kulit #tradisi #pesan moral #SMAN 1 Purworejo #Hari Jadi