KEBUMEN - Warga desa di Kecamatan Kuwarasan merasa resah dengan aksi teror yang terjadi belakangan ini.
Terbaru, sebuah gudang penyimpanan mesin sedot air menjadi sasaran pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (14/2/2025) dini hari.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.30 di RT 02/02 Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan.
Gudang mesin sekaligus tempat penyimpanan pupuk tersebut tampak ludes terbakar api.
Adapun nilai kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Sigit Purwanto, 42, selaku pemilik gudang mengaku hanya bisa pasrah melihat aset miliknya menjadi sasaran aksi pembakaran OTK.
Dia meminta pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tak terulang di wilayah Kecamatan Kuwarasan.
"Tidak tahu, ini niatnya cuma mau buat ontran-ontran apa gimana. Soalnya bukan cuma sekali," kata Sigit.
Dia tak yakin peristiwa tersebut akibat ulah dari orang dengan gangguan jiwa alias ODGJ.
Sigit pun mengira semua dilakukan atas dasar unsur kesengajaan.
Sebab jika melihat kronologi dari beberapa kejadian berlangsung hampir di waktu bersamaan.
"Herannya tau waktu. Kalau orang gila beneran kan bisa kapan saja," ujarnya.
Baca Juga: 37 Calon Biksu Pelajari Delapan Sila hingga Kunjungi Situs-situs Buddhis di Borobudur Magelang
Sebelum gudang milik Sigit, kejadian serupa juga terjadi di Desa Tambaksari.
Sebuah tempat penyimpanan kayu milik warga ludes terbakar akibat ulah OTK.
Tak hanya itu pohon di sekitar lokasi ikut menjadi sasaran amukan OTK.
"Sangat meresahkan. Kami sudah imbau ke warga untuk ronda rutin. Jangan lengah," jelas Kepala Desa Tambaksari Rasipan.
Aksi teror juga sempat terjadi di Desa Maduresa, Kecamatan Kuwarasan.
Hingga pertengahan Februari ini tercatat ada dua peristiwa pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja.
Terakhir, sebuah mobil pikup pada Kamis sekitar pukul 02.30 terbakar hebat.
Warga meyakini kejadian tersebut murni dilakukan orang tak bertanggung jawab.
Kapolsek Kuwarasan AKP Kholil menyampaikan, rangkaian peristiwa kebakaran yang meresahkan warga Kecamatan Kuwarasan dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius.
Pihaknya juga telah mengintensifkan patroli guna antisipasi kejadian serupa.
"Kami sedang pendalaman. Di sekitar kejadian terdekat ada CCTV, kami cek denga tim polres untuk identifkasi," jelasnya. (fid)
Editor : Iwa Ikhwanudin