KEBUMEN - Isak tangis mewarnai prosesi perpisahan di Kompleks Pendopo Kabumian, Rabu (12/2/2025). Keduanya menyatakan pamit seiring selesai masa jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kebumen.
Setelah empat tahun, akhirnya Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih (Arif-Rista) mengakhiri tugasnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2021-2024. Dalam waktu relatif singkat, belum lagi dihantam pandemi Covid-19, banyak capaian keduanya.
Arif dan Rista menyatakan undur diri setelah empat tahun lebih mengemban amanah. Pada pertemuan tersebut Arif menyampaikan pidato terakhir di hadapan kepala dinas, kepala BUMD, camat, kepala desa, tokoh politik serta alim ulama. Tangis haru pecah ketika tamu undangan diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir sebelum Arif-Rista purnatugas.
Camat Karanganyar Suis Idawati mewakili unsur camat mengapresiasi atas kinerja Arif-Rista dalam kerangka pembangunan Kebumen. Bagi ia pola kepemimpinan Arif Sugiyanto memiliki ciri khas tersendiri. Berbekal pengalaman di kepolisian, Arif menurutnya kerap mengeluarkan kebijakan maupun instruksi yang bersifat taktis. "Saya mengalami delapan bupati. Beliau orang yang cukul berani eksekusi apapun risikonya," ungkap Suis.
Wakil Ketua DPRD Kebumen Fitria Handini mengungkapkan, kerjasama antara eksekutif dan legislatif berjalan cukup baik selama Arif-Rista menjabat. Handini berpendapat sosok kepemimpinan Arif Sugiyanto memang berbeda dengan bupati sebelumnya. Banyak hal yang bisa rasakan dari kebijakan strategis yang diambil Arif selama menjabat. "Saya kenal beliau sejak dari wakil bupati. Orangnya tidak lada-lede dan sat-set (cekatan)," ucapnya.
Dalam pidatonya, Arif mengapresiasi dedikasi seluruh komponen di lingkup Pemkab Kebumen yang selama ini telah bekerja keras. Dia juga bersyukur dapat menyelesaikan amanah jabatan dengan baik, meski diakui masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. "Suatu kehormatan bagi kami bisa menjabat. Kami ini anak orang biasa, orang kecil," ungkapnya.
Pensiunan polisi itu mengaku banyak suka dan duka selama menjabat sebagai bupati. Bagi dia memimpin 1,4 juta penduduk Kebumen bukan persoalan mudah. Pandemi Covid-19, ancaman inflasi, stunting hingga jurang kemiskinan menjadi persoalan pelik yang harus dihadapi. Namun dari berbagai tantangan tersebut membuatnya banyak belajar. "Tidak sedikit pun saya pesimis. Dan, tidak satu menit pun saya tergoda melanggar amanah jabatan," ujarnya.
Di akhir pidato, Arif mengajak seluruh komponen merapatkan barisan pasca-Pilkada 2024. Menurutnya perbedaan politik saat pesta demokrasi lalu harus segera diakhiri. Dia tak ingin preferensi politik menjadi alat pemecah belah persatuan masyarakat. Dia juga berharap untuk kepala daerah terpilih nantinya dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan baik. "Saya mengajak semua mendukung bupati dan wakil bupati yang baru untuk kemajuan Kebumen," katanya. (fid/pra)
Editor : Sevtia Eka Novarita