MUNGKID - Sejumlah puskesmas di Kabupaten Magelang mulai menjalankan program cek kesehatan gratis (CKG). Satu di antaranya di Puskesmas Borobudur. CKG ini bakal dilangsungkan setiap Rabu dan Sabtu. Layanan tersebut bisa diakses melalui aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM).
Kepala Puskesmas Borobudur Yenni Suryaningtyas mengutarakan, CKG mulai bergulir hari ini (12/2/2025). Program tersebut dijadwalkan berlangsung seminggu dua kali, Rabu dan Sabtu. "Untuk permulaan, kami menargetkan 10 orang," katanya saat ditemui.
Dia menyebut, setiap puskesmas ditargetkan melayani minimal 30 pasien yang berulang tahun sejak Januari 2025. Nantinya, Puskesmas Borobudur juga bakal menambah kuota pasien sesuai dengan target yang ditetapkan.
Yenni menjelaskan, warga yang hendak melakukan pemeriksaan, harus mendaftar lewat aplikasi SSM. Setelah menyelesaikan serangkaian pendaftaran, warga akan mendapatkan tiket untuk melakukan cek pemeriksaan di puskesmas.
Puskesmas juga bisa memonitor jumlah dan data pendaftar lewat Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). "Kalau pelaksanaan CKG hari ini, tadi malam kami cek, ternyata yang sudah daftar ada enam orang. Jumlah itu sudah mendapatkan tiket untuk CKG," lontarnya.
Setelah selesai pemeriksaan, kata Yenni, warga dapat melihat hasil atau rapot kesehatan yang diunggah melalui aplikasi SSM masing-masing. Jika ada warga yang tidak memiliki ponsel, petugas puskesmas bakal membantu pendaftaran lewat WhatsApp Bot milik Kemenkes RI.
Dengan catatan, warga harus membawa kelengkapan administrasi seperti kartu keluarga (KK) maupun kartu tanda penduduk (KTP). "Kalau ada warga yang belum punya NIK, seperti bayi baru lahir, itu kami yang mendaftarkan pakai ASIK," sebutnya.
Pelaksanaan CKG tersebut, lanjut dia, menerapkan konsep skrining kesehatan guna mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Karena program ini menyasar seluruh kelompok usia. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
Dengan begitu, potensi penyakit yang diderita akan mendapat penanganan medis yang tepat. "(Komponen) yang diperiksa, sudah ada skriningnya sesuai siklus hidup masing-masing. Misalnya untuk anak usia dua tahun itu skriningnya talasemia," ujarnya.
Pelaksanaan CKG ini selaras dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.2/290/SJ pada 19 Januari 2025. Dalam surat edaran itu, terdapat beberapa kelompok yang menerima program CKG. Yakni CKG hari ulang tahun bayi dan anak hingga usia 6 tahun serta usia 18 tahun ke atas.
Kemudian, program CKG sekolah diperuntukkan bagi anak usia 7-17 tahun (usia sekolah dan remaja) yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Kelompok ketiga yakni CKG khusus bagi ibu hamil, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun.
Yenni menambahkan, program CKG untuk usia dewasa mencakup pemeriksaan tanda vital, tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Kemudian, mereka juga mendapat skrining risiko penyakit tidak menular lainnya, seperti skrining telinga, mata, gigi, jantung, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan laboratorium.
Untuk lansia, pemeriksaan kesehatannya mencakup deteksi dini penyakit kronis. Seperti hipertensi, diabetes, serta pemeriksaan fungsi jantung dan organ tubuh lainnya. Sedangkan perempuan dengan usia lebih dari 30 tahun dilakukan skrining kanker payudara dan lainnya.
Sementara itu, bagi anak usia sekolah 7-17 tahun, layanan CKG ini baru akan dimulai pada tahun ajaran baru, Juli 2025 mendatang. Yenni menyebut, nantinya petugas kesehatan dari puskesmas dan kader kesehatan akan mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap siswa-siswi.
Warga Borobudur Ratih, 38 menyebut, dirinya mendapat sejumlah pemeriksaan, seperti cek darah, kolesterol, hingga gigi. "Saya ulang tahunnya 25 Januari kemarin. Terus pihak puskesmas sudah share info CKG ini. Akhirnya hari ini saya ke sini, sudah ada aplikasinya juga, jadi mudah," sebutnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Magelang Yanuar menambahkan, CKG sudah bergulir sejak 10 Februari. "Selain di Borobudur, harusnya sudah bisa diakses di seluruh puskesmas di Kabupaten Magelang. Tapi, ada beberapa yang masih uji coba dan persiapan sarana prasarana," paparnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin