MAGELANG - Sedikitnya ada 38 biksu thudong yang melakukan perjalanan spiritual dari Kota Bangkok, Thailand menuju Candi Borobudur, Magelang. Perjalanan spiritual ini direncanakan bakal menempuh sejauh 2.600 kilometer (km) dalam kurun waktu selama empat bulan
Mereka bakal mengikuti perayaan Tri Suci Waisak 2025 di Candi Borobudur. Para biksu thudong memulai perjalanan dari Kota Bangkok, Thailand pada, Kamis (6/2/2025). Rencananya, mereka akan tiba di Candi Borobudur pada Sabtu (10/5/2025) mendatang.
Ketua Umum Internasional Thudong Welly Widadi menyebut, ada sekitar 38-40 biksu dari berbagai negara yang mengikuti prosesi thudong. Selain dari Thailand, ada pula umat Buddha dari USA yang mengikutinya. Mereka menempuh perjalanan kurang lebih 2.600 km.
"Mereka (biksu thudong) dari Thailand menuju ke Malaysia. Dari Malaysia menuju ke Singapura. Dari Singapura itu nanti akan menyeberang ke Batam lewat (memakai kapal) feri itu tanggal 17 April," ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/2/2025).
Tim panitia hingga saat ini masih menyusun rangkaian kegiatan para biksu thudong. Terutama jadwal perjalanan dari Batam hingga Candi Borobudur atau setelah memasuki wilayah Indonesia.
Nantinya, lanjut dia, dari Batam menuju Jakarta naik pesawat. Kemudian para biksu thudong diperkirakan akan sampai Jakarta, Sabtu (19/4/2025). Di hari berikutnya, para biksu thudong bakal dilepas oleh pejabat dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Pada Minggu (20/2/2025), mereka akan menuju ke Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Patrol, hingga Losarang.
Barulah melanjutkan perjalanan ke Indramayu, Jatibarang, Cirebon, hingga Losari.
"Dari Losari (Brebes) menuju Tegal dan Pekalongan," katanya.
Seperti tahun sebelumnya, para biksu Thudong bakal bermalam di kediaman Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya, Pekalongan.
Setelah itu, kata dia, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Semarang, Ungaran, Ambarawa, Kota Magelang, dan finis di Candi Borobudur.
Saat tiba di Kota Semarang, tambah Welly, para biksu akan menuju Kelenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kecamatan Semarang Tengah untuk singgah.
"Kalau Ungaran (transit) di Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong. Kota Magelang ke kelenteng juga, mudah-mudahan mereka masih mau menerima kami," pungkasnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin