Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rayakan HPN 2025, Gelar Pameran "Djedjak Soerat Chabar" di Loka Budaya Sukimin Adiwiratmoko Magelang, Bernuansa Lawasan, Ada Bintang Hindia yang Terbi

Naila Nihayah • Senin, 10 Februari 2025 | 05:20 WIB

 

 

ARSIP: Berbagai koleksi seperti surat kabar, majalah, dan alat jurnalistik lawasan mejeng di Loka Budaya Sukimin Adiwiratmoko.
ARSIP: Berbagai koleksi seperti surat kabar, majalah, dan alat jurnalistik lawasan mejeng di Loka Budaya Sukimin Adiwiratmoko.

 

MAGELANG - PWI Kota Magelang menggandeng Komunitas Kota Toea Magelang (KTM) untuk merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Kolaborasi ini diwujudkan lewat sebuah pameran bertajuk "Djedjak Soerat Chabar" di Loka Budaya Sukimin Adiwiratmoko, 8-11 Februari 2025. 

Ratusan arsip koran dan majalah edisi kolonial hingga pemerintahan orde baru  dipamerkan di sana. Tidak hanya itu, ada beberapa alat kerja jurnalistik seperti mesin ketik, telepon, kaset, dan sebagainya. Salah satunya surat kabar Bintang Hindia yang terbit pada era 1930-an.

Ketua Panitia HPN 2025 PWI Kota Magelang Puput Puspitasari mengatakan, pameran ini hadir bersamaan dengan event Bakoelan Magelang yang rutin digelar setiap Minggu Pahing. Berhubung kali ini bersamaan dengan momentum HPN, maka kedua event ini menyatu.

Hanya saja, untuk event Bakoelan Magelang berlangsung dua hari saja, 8-9 Februari 2025. Sedangkan pameran berlanjut hingga Selasa (11/2/2025). "Meski begitu, esensinya sama, menyajikan nuansa lawasan," ujarnya Minggu (9/2/2025).

Dia menjelaskan, pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa surat kabar dan majalah kuno merupakan sumber informasi yang berharga mengenai berbagai jejak peristiwa. Menurutnya, surat kabar dan majalah lawas ibarat bank data.

"Dengan membaca surat kabar dan majalah itu, kita seolah-olah kembali ke masa ketika media tersebut diterbitkan," katanya.

Puput menyebut, semua arsip koran dan majalah yang dipamerkan merupakan terbitan yang dirilis sebelum dan setelah Indonesia merdeka. Beberapa majalah lawas era Hindia-Belanda yang masih menggunakan bahasa Belanda pun, akan menghiasi pameran karya jurnalistik selama seabad terakhir itu.

"Ada beberapa koran yang memakai bahasa Belanda, ejaan lama, dan juga sudah pakai ejaan yang disempurnakan (EYD)," sebutnya.

Salah satu surat kabar era kolonial yang ditampilkan yakni Bintang Belanda. Surat kabar itu merupakan surat kabar yang terbit di Batavia atau Jakarta pada 1903 silam menggunakan ejaan lama bahasa Indonesia. Surat kabar ini diterbitkan oleh seorang tokoh pergerakan bernama Abdul Rivai.

Bintang Hindia adalah salah satu propaganda emansipasi etis dan memperkuat rasa kesadaran diri orang-orang Bumiputera. Mengonstruksi kesadaran pribumi, serta membangun dan memperjuangkan bangsa Hindia-Belanda.

Ketua Komunitas KTM Bagus Priyana mengutarakan, pameran Djedjak Soerat Chabar tidak hanya menampilkan terbitan dari masa Hindia Belanda. Tetapi juga sejumlah surat kabar yang diterbitkan beberapa tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dari berbagai surat kabar pada masa revolusi, kata dia, tampak jelas bahwa media itu berfungsi sebagai alat perjuangan. Bukan hanya sekadar sumber informasi semata. Time travel akan begitu terasa pada saat karya-karya jurnalistik ini ditampilkan.

Dia mencontohkan, salah satu koran dan majalah kuno yang dipamerkan adalah koleksi pribadi Haris Ker Lth, seorang aktivis budaya dan salah satu tokoh dalam komunitas Lima Gunung. "Selain itu, terdapat juga koleksi dari para pengumpul koran dan majalah kuno lainnya, serta milik jurnalis di Magelang," paparnya.

Untuk menambah kemeriahan acara, akan diadakan talkshow dengan tema "Pers dari Masa ke Masa" serta podcast yang menghadirkan beberapa narasumber berkompeten. Dia berharap, pameran ini dapat menarik perhatian masyarakat untuk mengunjunginya. (laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Loka Budaya Sukimin Adiwiratmoko #PWI #2025 #komunitas kota toea magelang #ejaan yang disempurnakan #jurnalistik #kolonial #eyd #majalah #Djedjak Soerat Chabar #koran #ktm #event #Pameran #Kota Magelang #arsip #orde baru #Hari Pers Nasional (HPN)