KEBUMEN - PDAM Tirta Perwitasari Purworejo menyatakan kesiapan jika mendapat tawaran untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih warga DIY. Kemampuan produksi air bersih di Purworejo dianggap mampu untuk menjangkau hingga wilayah DIY.
Direktur PDAM Tirta Perwitasari Hermawan Wahyu Utomo menyampaikan, kemampuan memasok air bersih untuk warga Jogja sebenarnya bukan hanya bicara orientasi bisnis, tapi bagaimana bisa mensinergikan potensi yang ada, termasuk potensi sumber daya air.
Pasokan air di dekat perbatasan Purworejo saat ini menurutnya sudah memungkinkan untuk bisa diakses warga DIY. "Purworejo itu punya sumber daya air dekat DIY. Ke perbatasan DIY cuma 3,5 kilometer. Tinggal tambah pipa saja," jelasnya, Kamis (6/2).
Dia memastikan, meski ada tambahan akses hingga ke Jogja tidak akan menggangu pelayanan di Purworejo. Artinya suplai air bersih bagi para pelanggan di Purworejo dipastikan tetap aman. Hal ini karena sumber daya air yang dikelola PDAM Purworejo dapat mencukupi kebutuhan. "Kita punya kuota 50 liter per detik. Maksud saya kalau bisa sinergi kenapa tidak," ujarnya.
Hermawan menyatakan, PDAM Purworejo bisa menjadi alternatif untuk mencukupi kebutuhan air di Jogja. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan yang tidak bersifat parsial dan memuat nilai jangka panjang. "Kalau disebut kawasan, ya cuma terputus batas administrasi. Termasuk air dari Purworejo saya pastikan siap," ungkapnya.
Hermawan menjelaskan, sebelumnya dia juga sempat menjalin komunikasi dengan Gubernur DIY HB X untuk membahas rencana kerjasama pasokan air di DIY dari Purworejo.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya memaparkan bahwa potensi sumber daya air di perbatasan Purworejo cukup untuk menjangkau hingga Jogja. "Saya tidak ngomong sekarang. Kita kan sedang bicara jangka panjang, pendek dan menengah," bebernya.
Sebelumnya, Senin (20/1) saat penanaman pohon bersama, HB X menegaskan kebutuhan air sebagian wilayah di Jogja tidak bisa sepenuhnya tercukupi dari sumber mata air di lereng Merapi. Kondisi tersebut membuat Jogja harus mencari solusi alternatif.
Belum lagi DIY juga harus menghadapi tantangan berupa lonjakan jumlah penduduk yang diproyeksi mencapai 4 juta pada 2025-2030. Atas kondisi tersebut Raja Keraton Jogja itu pun memiliki angan-angan untuk mencari kebutuhan air hingga luar provinsi. Termasuk hingga wilayah Purworejo. (fid/pra)