Ada Protes Borobudur Ora Didol, PT TWC Tegaskan Kedepankan Kelestarian Candi dan Kepentingan Warga
Naila Nihayah• Senin, 3 Februari 2025 | 10:30 WIB
MULAI DIKUNJUNGI: Pada momentum tahun baru ini, sudah ada sejumlah pengunjung yang mengunjungi Candi Borobudur, Rabu (1/1/2025).
MUNGKID - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menanggapi protes dari FMBB. Mereka menyebut kepentingan warga sudah menjadi perhatian.
Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Corporate Secretary Group Head PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Destantiana Nurina mengatakan, aksi itu merupakan satu cara untuk menyampaikan aspirasi. "Kami menghargai proses yang dilakukan oleh FMBB dan harapannya dapat memberikan dampak yang positif, baik warga, TWC, maupun Museum dan Cagar Budaya (MCB)," lontarnya, Minggu (2/2).
Terkait dengan tuntutan warga, dia menilai, ada miskomunikasi. Sebelum menggelar aksi, TWC juga sempat bertemu dengan perwakilan warga untuk membahas soal Perpres Nomor 101 Tahun 2024. Desta menyebut, Perpres tersebut justru mengedepankan kepentingan warga dan melindunginya.
Dia mengatakan, dalam membangun ekosistem warga di kawasan Borobudur tercantum dalam Perpres tersebut. "Yang mereka tekankan adalah terkait 1.200 (kunjungan naik candi). Padahal 1.200 itu tidak (diatur) di Perpres Nomor 101 Tahun 2024. Tapi (diatur) di Permenko. Mungkin memang salah penafsiran," sebutnya.
Untuk hak lapak bagi pedagang SKMB di kampung seni, lanjut Desta, TWC sudah memfasilitasinya. Hanya saja, para pedagang menolak untuk menempatinya karena dinilai tidak sesuai dengan tuntutan mereka. Kendati begitu, TWC bakal terus berkomunikasi dengan pedagang SKMB agar mendapat jalan keluar terbaik.
Staf MCB Unit Warisan Dunia Borobudur Hari Setyawan mengatakan, MCB selama ini telah berupaya untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur. "Terkait dengan pembatasan dan sebagainya, secara teknis itu adalah upaya untuk melestarikan candi, bukan untuk menahan hak-hak warga sekitar Borobudur," paparnya