Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perdana Uji Coba CFD, Tak Ada PKL Berjualan di Alun-Alun Pancasila Kebumen

Muhammad Hafied • Senin, 3 Februari 2025 | 03:45 WIB
BEBAS PKL: Kawasan Alun-alun Pancasila steril dari pedagang kaki lima saat uji coba Car Free Day (CFD) pada Minggu (2/2).
BEBAS PKL: Kawasan Alun-alun Pancasila steril dari pedagang kaki lima saat uji coba Car Free Day (CFD) pada Minggu (2/2).


 

KEBUMEN - Uji coba pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Pancasila Kebumen pada Minggu (2/2) pagi berlangsung sukses. Para pedagang kaki lima alias PKL terlihat patuh terhadap aturan larangan berjualan di kawasan alun-alun.

Mereka bersedia membuka lapak di tempat yang telah ditentukan. Kondisi ini akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk pemberlakuan CFD setiap Minggu pagi. "Patut disyukuri uji coba CFD pelaksanaan sudah baik. Tidak ada lagi PKL berjualan di alun-alun," jelas Kepala Satpol PP Kebumen Ira Puspitasari.

Ira menjelaskan, sebelum ada uji coba para PKL yang melapak di CFD belum tertata rapi. Namun kini pemerintah daerah telah memberikan ruang khusus di beberapa titik. Meliputi di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Mayjen Soetoyo, Jalan Veteran dan Jalan Pahlawan.

"Kawasan alun-alun hanya untuk masyarakat berolahraga dan bermain. Kendaraan bermotor juga tidak boleh masuk," terangnya.

Penempatan PKL ini diharapkan membawa kenyamanan bagi masyarakat yang hendak berolahraga maupun mereka yang ingin meluangkan waktu bersama keluarga di kawasan alun-alun. Para PKL juga diimbau mematuhi larangan berjualan di alun-alun tidak hanya saat CFD, melainkan juga di hari biasa.

Ira berharap, baik PKL maupun masyarakat terbiasa dengan aturan yang ada. Di mana alun-alun telah terdapat larangan berjualan, kecuali di sentra kuliner Kapal Mendoan. Jika larangan tersebut diindahkan, maka Satpol PP akan menempuh tindakan tegas sesuai ketentuan.

"Kami masih terus bersiaga melakukan pengawasan dan penindakan," ungkap Ira.

Pengunjung Alun-alun Pancasila asal Desa Jabres, Kecamatan Sruweng Sahrul Fauzi, menyambut baik penerapan alun-alun tanpa PKL. Menurutnya kebijakan ini patut didukung demi kenyamanan bersama. Terlebih pascarevitalisasi kawasan alun-alun kini memiliki daya tarik tersendiri.

Dia menyatakan, perlu kesadaran bersama agar alun-alun dapat menjadi ruang publik yang nyaman untuk beraktivitas. "Sayang banget kalau alun-alun sudah cantik tapi terlihat kumuh karena banyak PKL," ucapnya.

Seorang PKL Mahmudi mengaku pasrah terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah. Penjual minuman kemasan itu sadar bahwa dirinya tidak memiliki keberanian melapak di alun-alun karena karena terbentur aturan. "Ya kita terima saja. Kalau pun dipaksa juga tetap tidak boleh," ujarnya. (fid/pra)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#kebumen #CFD #uji coba #Satpol PP #kapal #ALUN-ALUN PANCASILA #PKL #mendoan