MUNGKID - Relokasi ribuan pedagang ke Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon pada September 2024 lalu, masih menyisakan masalah.
Sebab masih ada ratusan pedagang yang belum memperoleh hak lapak.
Namun, Taman Wisata Borobudur (TWB) menjanjikan bakal menampung para pedagang.
Sedikitnya ada puluhan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Paguyuban Sentra Kerajinan Makanan Borobudur (SKBM) mendatangi Kampung Seni Borobudur pada Rabu (29/1/2025).
Mereka kembali menagih janji TWB yang hendak menyediakan lapak.
Tidak dengan tangan kosong, mereka kompak membawa aneka barang dagangannya untuk melakukan audiensi dengan TWB.
Mereka diterima oleh Direktur TWB Mardijono Nugroho didampingi General Manager TWB AY Suhartanto.
Ketua Paguyuban SKMB Muhammad Zulianto menuturkan, ratusan pedagang yang belum kunjung mendapat lapak di Kampung Seni Borobudur bakal terus menagih janji TWB.
"Semoga satu pedagang dapat satu lapak, sesuai data (jumlah pedagang) dari kami. Yang penting, (bloknya) jauh dari koperasi lain. Biar tidak ada benturan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur TWB Mardijono Nugroho menyampaikan, bakal tetap menyediakan lapak bagi para pedagang SKMB.
Hanya saja, dia tidak menjawab soal mampu tidaknya mengakomodasi 330 pedagang. Karena dimungkinkan satu lapak bisa dihuni beberapa pedagang.
Baca Juga: Minim Serapan, Alokasi Pupuk Subsidi 2025 di Kulon Progo Mengalami Penurunan
"Kami lihat kenyataannya berapa (yang membutuhkan lapak)," paparnya.
Dia juga membuka peluang terkait penambahan satu blok lagi untuk pedagang di Kampung Seni Borobudur.
Namun, modifikasi kawasan itu nenunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum.
"Besok mereka akan melihat lokasi (lapaknya) di mana agar bisa beradaptasi," imbuhnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita