PURWOREJO - Proyek Bendungan Bener sampai saat ini masih terus berjalan dan sudah mencapai 60 persen. Proyek strategis nasional (PSN) itu ditarget dapat selesai di akhir 2027 mendatang.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bendungan Bener, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Novan Eka Adila mengungkapkan, saat ini pengerjaan proyek masih penimbunan material batu zona 3 di area river bed atau pondasi bendungan, penggalian di lokasi spillway atau bangunan pelimpah, dan penggalian material batu zona 3 di lokasi quarry. "Targetnya akan selesai pada akhir 2027, sudah termasuk pengisian awal waduk," ungkapnya pada Senin (27/1).
Diketahui, awalnya bendungan tersebut ditargetkan selesai di akhir tahun ini. Namun, karena ada kebijakan prioritas ketahanan pangan dari pemerintah pusat akhirnya ada relaksasi penyelesaian proyek-proyek bendungan.
Meski demikian, pihaknya akan terus mengebut pekerjaan agar bisa diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan. Di 2025 ini akan ada penambahan paket pekerjaan yaitu paket 5, 6 dan 7. "Jika paket bertambah, otomatis persentase progres akan berkurang," tambah dia.
Diketahui, PSN Bendungan Bener yang berlokasi di Desa Guntur, Bener, Purworejo telah dibangun sejak 2018 lalu. Bendungan tersebut akan diproyeksi menjadi bendungan tertinggi di Indonesia sekitar 169 meter, panjang timbunan 543 meter, dan lebar bawah sekitar 290 meter.
Nantinya, bendungan itu mampu menampung volume air hingga 90,39 juta meter kubik. Pun, akan menggenangi hutan yang masuk wilayah beberapa desa yaitu Desa Guntur, Nglaris, Limbangan (Kecamatan Bener), Desa Kemiri (Kecamatan Gebang), serta beberapa desa di Kabupaten Wonosobo. Pembangunan Bendungan Bener itu membutuhkan sekitar 590 hektare lahan milik warga. Dengan menelan anggaran dari APBN kurang lebih Rp 4 triliun. (han/pra)