KEBUMEN - Kuota jemaah haji asal Kebumen untuk pemberangkatan tahun 2025 dipastikan bertambah. Adapun penambahan kuota jemaah haji reguler musim ini sebanyak 141 orang. Kendati begitu, jumlah ini masih dapat berubah karena berbagai kemungkinan. Seperti calon jemaah haji meninggal, mundur karena alasan biaya serta halangan lain.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Sukarno mengatakan, penambahan kuota haji tentu menjadi kabar bahagia bagi calon jemaah haji. Terlebih bagi mereka yang telah bersedia menanti waktu tunggu pemberangkatan hingga belasan tahun. "Ada penambahan. Tahun kemarin itu 1.325 jemaah, 2025 ada 1.466 jemaah," jelasnya, Senin (27/1).
Sukarno menyampaikan, penambahan kuota haji ini sangat bergantung dari kebijakan pemerintah Arab Saudi. Sedangkan di daerah sifatnya hanya menunggu jumlah pembagian kuota yang telah dirumuskan pemerintah pusat. Adanya kebijakan tersebut juga menjadi sinyal agar persiapan layanan haji dilakukan segera. "Setelah diputuskan, ada pelatihan petugas. Ada pembayaran yang diawali istitaah haji. Setelah itu pengkloteran, baru ada manasik haji," ucapnya.
Dia menjelasakan, antusiasme masyarakat Kebumen untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci terbilang cukup tinggi. Bahkan masuk lima besar di Jawa Tengah. Sukarno berharap, seluruh kuota yang tersedia tahun ini dapat mengakomodasi jemaah haji terdaftar. "Pemberangkatan awal menurut jadwal Mei. Itu sudah masuk asrama. Semoga tidak jauh meleset," kata dia.
Sukarno menyatakan, Kementerian Agama bersama DPR RI telah menggelar rapat terkait pembahasan biaya penyelenggaraan haji tahun 2025. Berdasar kesepakatan biaya haji tahun ini untuk reguler rata-rata sebesar Rp 89,4 juta. Patokan biaya tersebut tersebut turun jika dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 93,4 juta. "Ini sudah dibahas di Komisi VII DPR RI. Biaya haji turun," ungkapnya.
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kebumen Suwaibatul Aslamiyah bersyukur tahun ini Kabupaten Kebumen menerima tambahan kuota haji reguler. Kondisi ini diharapkan menjadi solusi yang cukup dinanti masyarakat yang akan menunaikan rukun islam kelima tersebut. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi untuk memastikan berbagai persiapan pemberangkatan. "Biasanya dikelompokkan per karisidenan satu sampai enam. Nanti dihitung lagi Kebumen akan gabung dengan mana," terangnya. (fid/pra)