Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ritual Unik Warga Tionghoa Magelang: Bersihkan 15 Patung Dewa dengan Pantangan Tidak Makan Daging

Naila Nihayah • Kamis, 23 Januari 2025 | 18:21 WIB

 

TRADISI: Warga etnis Tionghoa mengikuti prosesi cuci patung dewa atau rupang di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang, Kamis (23/1/2025).
TRADISI: Warga etnis Tionghoa mengikuti prosesi cuci patung dewa atau rupang di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang, Kamis (23/1/2025).

MAGELANG - Warga etnis Tionghoa mulai membersihkan rupang atau patung para dewa di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang.

Sehari sebelum melakukan ritual tahunan itu, warga tidak diperkenankan untuk mengonsumsi daging. Mereka hanya memakan sayur-sayuran atau vegetarian.

Sebelum mencuci rupang, warga etnis Tionghoa melakukan sembahyang pembuka yang ditujukan kepada Dewa Dapur.

Sembahyang itu dilakukan untuk mengantarkannya serta para dewa lain menghadap kepada Tuhan. Barulah dilakukan upacara Sang An atau Toa Pekong naik.

Mereka percaya, para dewa itu tengah naik ke langit untuk melaporkan hal-hal baik yang terjadi di bumi selama satu tahun.

Selama para dewa meninggalkan rupang itulah, mereka mulai membersihkannya.

Selain itu, mereka juga membersihkan kelenteng sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Seksi Ritual di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang Rudy Budiono mengatakan, setiap tanggal 24 bulan terakhir penanggalan Imlek, warga percaya, Dewa Dapur tengah naik ke langit atau surga.

Para dewa itu menghadap Tuhan untuk melaporkan segala perbuatan manusia di bumi.

Saat para dewa naik ke langit, kata dia, giliran warga etnis Tionghoa yang membersihkan altar.

"Karena ceritanya selama ini Dewa Dapur seperti melindungi kita semua. Mumpung Dewa Dapurnya sedang tidak di tempat, kelenteng ini kita bersihkan dulu," bebernya, Kamis (23/1/2025).

Rudy menyebut, ada sekitar 15 patung dewa yang dibersihkan. Termasuk Dewa Bumi atau Dewa Kong Co selaku tuan rumah.

Dewa Bumi itu dijadikan tuan rumah karena menjadi dewa yang pertama kali ada saat kelenteng berdiri.

Proses pembersihan 15 patung dewa itu dilakukan menggunakan lap dan kuas.

Namun, mereka haruslah menerapkan vegetarian atau tidak memakan daging satu hari sebelum mencuci rupang.

Setiap kelenteng pun, memiliki pantangan yang berbeda.

Konon katanya, lanjut dia, daging bisa menimbulkan emosi serta kurang baik untuk kesehatan.

"Jadi, sebagai upaya membersihkan diri, kita menjauhkan dari hal-hal negatif. Kita vegetarian," ujarnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ritual #Magelang #warga tionghoa #etnis tionghoa #Klenteng #Imlek #Patung Dewa