PURWOREJO - Persiapan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo terus berjalan.
Sebanyak 30 dapur umum disiapkan dan akan dibangun di Kabupaten Purworejo untuk mendukung pelaksanaan program besutan Presiden Prabowo Subianto itu.
Dandim Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko mengatakan, ada tiga jenis dapur umum yang akan dioperasikan untuk program ini yaitu dapur organik, mitra Badan Gizi Nasional (BGN), dan mandiri.
Dandim Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko mengatakan, dapur sehat atau organik untuk pelaksanaan program MBG di Kabupaten Purworejo sudah proses dibangun.
Di antaranya di wilayah Kecamatan Purworejo dan Grabag. Di mana dapur umum di Kecamatan Purworejo berada di tanah milik Kodim Purworejo Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya belakang pom pengisian bahan bakar TNI Posbek.
"Luasnya kurang lebih 400 meter persegi, saat ini masih proses pembangunan. Sementara di Kecamatan Grabag ada di Desa Ketawangrejo," katanya Rabu (22/1/2025).
Sedangkan untuk pembangunan dapur sehat tahap dua yang berada di Desa Ketawangrejo, Grabag, Purworejo telah dilaksanakan peletakan batu pertama pada Selasa (21/1/2025).
Diharapkan proses pembangunan tersebut berjalan lancar. Pun program yang dijalankan dapat berdampak positif bagi penerima manfaat.
"Sasaran penerima manfaat program MBG ini adalah para siswa, santri, hingga ibu hamil," ujarnya.
Selain itu, program MBG ditargetkan bisa menjadi pengungkit perekonomian di daerah.
Sebab, bahan baku untuk makan bergizi tersebut merupakan bahan baku yang dibeli dari masyarakat sekitar.
Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Bidang Keuangan Kolonel (Purn) Kuswanto menambahkan, rencananya tahun ini akan dibangun dapur di 5.000 titik dapur umum untuk MBG.
Setiap dapur akan menyediakan 3.000 paket makan bergizi setiap harinya.
"Di Purworejo rencananya akan dibangun 30 titik dapur," lanjutnya.
Untuk dapur umum mandiri dia memperkirakan akan ada di lima titik yaitu di Kecamatan Pituruh, Kemiri, Ngombol, Grabag, dan Banyuurip.
"Indeks penerima program MBG di Purworejo ada 15 ribu penerima. Harapannya, ke depan bisa dibangun 30 dapur," ungkapnya.
Adapun penerimanya yaitu siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Saat ini, kata Kuswanto, program MBG di Kabupaten Purworejo belum bisa berjalan karena masih tahap persiapan.
Menurutnya, hal tersebut tidak mudah dan perlu persiapan matang. "Karena ini program jangka panjang," tuturnya.
Nantinya, dapur umum akan bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah untuk mendapatkan data penerima MBG.
"Tidak ada perbedaan, siswa negeri dan swasta semua dapat (MBG)," tambah dia.
Menanggapi itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Purworejo Agus Widiyanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo akan mendukung penuh berjalannya program MBG termasuk dalam hal anggaran.
"Namun, soal anggaran kami belum mendengar akan menggunakan anggaran daerah juga. Kita tunggu saja petunjuknya bagaimana," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita