PURWOREJO - Polres Purworejo menanam 5 kilogram (kg) benih jagung di Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo di lahan seluas 3.000 meter persegi pada Selasa (21/2). Kegiatan tersebut sebagai wujud dukungan atas program Asta Cita Presiden RI.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadi Sadsila, Kepala Desa Patutrejo Jaelan, hingga penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kecamatan Grabag.
Baca Juga: Milad ke-82, Universitas Islam Indonesia Berikhtiar untuk Mengerti Bumi
Kapolres Purworejo AKBP Edy Bagus Sumantri mengungkapkan, gerakan penanaman benih jagung tersebut dilakukan secara serentak di 1 juta hektare lahan di Indonesia. "Ini dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya di sela kegiatan pada Selasa (21/1).
Selain menciptakan ketahanan pangan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Purworejo sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor. Baik dari instansi Polri, pemerintah daerah, Kementan, Gapki, Perhutani, Inhutani dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Disampaikan, Polres Purworejo memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal untuk mendukung produksi pangan. "Kami juga menyediakan sebanyak 5 kg benih jagung, dengan dukungan pupuk berupa 50 kg NPK, 50 kg urea, dan 5 kwintal pupuk kandang," tambahnya.
Lahan di Desa Patutrejo dipilih karena merupakan lahan tumpang sari. Dengan memanfaatkan lahan tumpang sari, diharapkan hasil pertanian bisa lebih maksimal. "Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara produktif," harap dia.
Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Sleman Mulai Terkendali, Pasar Hewan Tetap Dibuka
Dia mengatakan, penanaman serentak ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim. "Kami akan Purworejo berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan," tandas dia. (han)
Editor : Heru Pratomo