PURWOREJO - Berbeda dengan wilayah lain, program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo belum dimulai. Namun, program tersebut kini masih dalam tahap atau proses persiapan. Di antaranya mencari sarjana penggerak sebagai kepala dapur.
Pasiter Kodim 0708 Purworejo Kapten Jarot Sunarto mengatakan, ada tiga jenis dapur umum yang akan dioperasikan untuk program ini yaitu dapur organik, mitra Badan Gizi Nasional (BGN), dan mandiri.
Saat ini Kodim Purworejo tengah mempersiapkan dapur organik yang merupakan salah satu bagian dari program MBG. "Untuk dapur organik ini berada di bawah komando kodim dan sedang kami persiapkan,” ungkapnya Rabu (8/1).
Dapur organik itu berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, belakang pom pengisian bahan bakar TNI Posbek. Luasnya kurang lebih 400 meter persegi. Nantinya, dapur tersebut akan melayani sekitar 3.000 porsi MBG. Pun, akan disalurkan dalam jangkauan atau radius tiga kilometer di wilayah Kecamatan Purworejo. "Perkiraan satu bulan ke depan dapurnya sudah selesai dibangun," tambahnya.
Disebutkan, dapur umum itu akan beroperasi atas perintah BGN. Yaitu, setelah ada kepala dapur yang berasal dari sarjana penggerak. Untuk pendaftaran calon sekolah kepala dapur saat ini tengah berlangsung. Pendaftaran dibuka secara online sudah sejak 28 Desember 2024 hingga Maret 2025 nanti.
Jarot menambahkan, untuk dapur mitra BGN dan mandiri akan berada di delapan kecamatan. Antara lain, Kecamatan Kemiri, Banyuurip, Pituruh, Grabag, Loano, Bener, Kutoarjo, Ngombol, dan Loano. Dalam satu kecamatan bisa ada lebih dari satu dapur umum.
Hal itu menyesuaikan dari jumlah sasaran siswa yang akan mendapatkan MBG. Jika di satu kecamatan terdapat 15 ribu siswa yang mendapat jatah MBG, maka akan ada lima dapur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Masing-masing dapur akan menyalurkan 3.000 porsi MBG setiap hari ke sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. "Selain untuk pelajar (mulai PAUD sampai SLTA) juga akan ada program MBG untuk ibu hamil dan menyusui," lanjut dia.
Namun, pemenuhannya tidak setiap hari seperti untuk anak sekolah. Khusus ibu hamil dan menyusui akan disalurkan seminggu sekali. Dia memperkirakan, program MBG di Kabupaten Purworejo baru bisa dimulai pada April 2025 nanti. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo