Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Srumbung Magelang Temukan Bayi Tergeletak di Gazebo, Masih Ada Sisa Darah: Begini Kronologinya

Naila Nihayah • Rabu, 8 Januari 2025 | 23:29 WIB

 

TKP: Bayi perempuan ditemukan di sebuah gazebo di Dusun Wironayan RT 002/RW 011, Kradenan, Srumbung, Rabu (8/1/2025).
TKP: Bayi perempuan ditemukan di sebuah gazebo di Dusun Wironayan RT 002/RW 011, Kradenan, Srumbung, Rabu (8/1/2025).

MUNGKID - Warga Dusun Wironayan, Kradenan, Srumbung digegerkan dengan adanya sosok bayi yang dibungkus selimut di sebuah gazebo, Rabu (8/1/2025).

Bayi malang itu diprediksi baru lahir karena masih terdapat sisa darah di kepalanya.

Selain itu, tali pusar bayi tersebut tidak dipotong dengan baik.

Dari video yang beredar, bayi berjenis kelamin perempuan itu tampak dibalut selimut bergambar.

Dia mengenakan baju berwarna putih dan kupluk berwarna merah muda lengkap dengan sarung tangan.

Meski dalam kondisi sehat dan masih hidup, bayi itu tidak menangis saat pertama kali ditemukan.

Warga Dusun Wironayan Kristina mengatakan, bayi perempuan itu ditemukan oleh sepupunya bernama Supriyanto sekitar pukul 06.00 di gazebo.

Saat itu, Supriyanto hendak meminjam linggis kepada Sulamto, pemilik rumah di depan gazebo.

Namun, betapa kagetnya dia saat menemukan sosok bayi yang tergeletak sendirian.

Supriyanto pun segera memberitahukan keberadaan bayi tersebut kepada pemilik rumah.

Kemudian, dia juga melaporkan penemuan itu kepada ketua dusun, RT setempat, pos kesehatan desa, dan Polsek Srumbung.

Sesaat kemudian, bidan desa datang ke lokasi untuk memeriksa kondisi bayi tersebut.

"(Bayinya) tidak dibedong," ujar Kristina saat ditemui.

Alih-alih menangis karena dibiarkan tergeletak sendirian, bayi malang itu justru diam dan tidak mengeluarkan suara apapun.

Begitu warga setempau mulai berdatangan, bayi itu mulai menggerakkan anggota tubuhnya.

"Dia (bayi) nggak nangis sama sekali. Saat orang mulai berdatangan, baru gerak," sambungnya.

Kristina menyebut, meski tidak dibedong, bayi tersebut mengenakan baju dan selimut.

Dia juga tidak menemukan barang apapun, seperti surat di dekat bayi itu.

Dia sempat melihat rambut kepala bayi perempuan itu masih terdapat bercak darah.

Selain itu, kondisi tali pusar tidak dipotong dengan baik.

Kepala Puskesmas Srumbung Satoto memperkirakan, bayi tersebut lahir dua jam sebelum ditemukan karena masih ada darah.

Meski plesentanya sudah terpotong, tapi kondisi tali pusar masih tergantung dan belum ditali.

Setelah dibawa ke Puskesmas Srumbung, dokter segera memeriksanya.

Dari hasil pemeriksaan, bayi itu dalam kondisi sehat.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu, kata dia, memiliki panjang 48 sentimeter, berat 3 kilogram, lingkar kepala 33 sentimeter, dan saturasi 98 persen.

"Kami memberikan tindakan kepada bayi itu dengan menyuntikkan vaksin hepatitis, memberikan vitamin K, dan prosedur lain," ungkapnya.

Baca Juga: Fakta Unik Kehidupan Sehari-hari: 10 Kebiasaan Menarik yang Mungkin Tidak Disadari Namun Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang Bela Pinarsi mengatakan, bayi yang ditemukan di Wironayan, Kradenan, Srumbung itu dibawa ke Rumah Pelayanan Sosial Anak Balita Wiloso Tomo, Salatiga.

"Sementara (bayi) dititipkan di sana (rumah pelayanan) karena penanganan bayi yang ditelantarkan atau dibuang berada dalam kewenangan provinsi," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kabupaten Magelang #dibungkus selimut #bayi malang #penemuan bayi #Mungkid