MAGELANG - Selain pelajar, program MBG juga menyasar ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak di bawah lima tahun (balita). Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang masih memetakan jumlah penerima manfaat tersebut. Nantinya diprediksi ada sekitar 300 bumil, busui, dan anak balita yang mendapat program ini.
Kepala Dinkes Kota Magelang Istikomah menuturkan, saat ini masih dalam tahap persiapan untuk menentukan prioritas sasaran. Karena untuk tiga kategori itu hanya sekitar 10 persen yang mendapat program MBG.
"Misalnya, total kuota untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Magelang jumlahnya 3.000 (paket makanan). Berarti 10 persennya untuk tiga kategori itu," bebernya Selasa (7/1).
Kantor SPPG Kota Magelang difungsikan sebagai dapur umum yang memproduksi sebanyak 3.000 paket makanan bergizi. Paket makanan itu dibagikan kepada pelajar, bumil, busui, dan anak balita dengan radius 1 hingga 1,5km dari dapur umum yang berada di Jalan Gatot Soebroto, Kota Magelang.
Saat uji coba program MBG pada 26-28 Desember 2024 lalu, sasaran untuk tiga kelompok itu berasal dari Kelurahan Magersari. Namun dengan komposisi 10 persen dari total penerima manfaat ini, praktis membuat dinkes harus memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Terutama mereka yang memiliki masalah gizi.
Dengan program MBG ini, dia berharap dapat membantu pemenuhan gizi masyarakat. Khususnya kelompok rentan seperti bumil, busui, dan anak balita yang kekurangan gizi.
"Kami mapping lagi karena hanya 300 (paket makanan). Kalau sedikit seperti ini, kita prioritaskan mereka yang memang bermasalah dengan gizi," jelasnya. (aya/laz)
Editor : Heru Pratomo