Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Magelang Kelola Bank Sampah Induk Dipa Nirmala, Berharap Kotak Snack Langsung Dilipat usai Rapat

Naila Nihayah • Rabu, 8 Januari 2025 | 03:20 WIB

 

   KUMPULKAN SAMPAH: Para siswa, guru, hingga ASN berpartisipasi dalam gerakan mengumpulkan sampah organik.   
  KUMPULKAN SAMPAH: Para siswa, guru, hingga ASN berpartisipasi dalam gerakan mengumpulkan sampah organik.  

MUNGKID - Sempat mengalami darurat sampah, Kabupaten Magelang berbenah. Dalam pengelolaan sampah, di antaranya dengan mendirikan BSI. Sampah organik dan anorganik sudah diolah. Mengurangi sampah yang dibuang ke TPSA.

Pemkab Magelang kini memiliki bank sampah induk (BSI) yang berlokasi di Kaweron, Muntilan. BSI bernama Dipa Nirmala ini berdiri sejak April 2023. Tujuannya untuk mengurangi produksi sampah di masyarakat.

Keberadaan BSI ini, kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Wulandari, sekaligus mengajak masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah dari rumah. Mengingat Kabupaten Magelang sempat darurat sampah.

Wulandari menyebut, BSI juga menjadi solusi bagi bank sampah unit (BSU) di tingkat dusun maupun Bank Sampah Sektoral (BSS) di tingkat desa yang kesulitan mencari pengepul untuk menjual sampahnya. "BSI mempunyai pelanggan yang namanya nasabah," ujarnya, Selasa (7/1).

BSI juga menjadi sarana pembelajaran pengelolaan sampah bagi peserta didik dari sekolah adiwiyata yang telah bekerja sama dengan DLH. Di BSI, peserta didik belajar memilah sampah maupun pengolahan sampah organik sejak dini.

Dia menjelaskan sistem BSI sama seperti bank sampah pada umumnya. Sampah yang masuk, akan ditimbang dan dihargai sesuai jenisnya masing-masing. Hasil setoran sampah dari nasabah akan ditabung dan uangnya bisa diambil sewaktu-waktu. "Jadi ada buku tabungannya," sebutnya.

Saat ini, BSI Dipa Nirmala telah memiliki 75 nasabah. Harapannya, masyarakat mulai sadar untuk melakukan pengurangan sampah mulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Dengan begitu, dapat mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).

 

Dia menambahkan, DLH baru saja menerbitkan surat edaran yang ditandatangani oleh pj bupati Magelang terkait optimalisasi pengurangan sampah di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Jadi, OPD juga harus berperan dalam mengurangi sampah melalui bank sampah OPD.

Sampah yang terkumpul di bank sampah OPD, kata dia, bisa disetor ke BSI. "Di kantor kami DLH juga telah memiliki Bank Sampah, namanya Sahabat Bumi. Nah, kalau OPD lain ingin melihat seperti apa, silakan berkunjung ke DLH," lontarnya.

Wulandari berharap, ketika setiap selesai rapat di kantor, kotak snack langsung dilipat dan botol-botol dikumpulkan. Tidak hanya sampah anorganik, DLH juga mengolah sampah organik menjadi kompos, budi daya maggot, dan eco enzym. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#rapat #darurat sampah #Kabupaten Magelang #bank sampah #TPSA #nasabah #snack #BSI #DLH #pengelolaan sampah