Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Merugi! 35 Hektare Sawah Rusak di Desa Krandegan Purworejo Akibat Terendam Air: Pemdes Minta Solusi BBWSSO

Jihan Aron Vahera • Senin, 6 Januari 2025 | 18:46 WIB
Sawah terendam luapan air anak Sungai Jali di Desa Krandegan jadi kolam dadakan, warga ramai-ramai mancing karena banyak ikannya, Minggu (5/1/2025).
Sawah terendam luapan air anak Sungai Jali di Desa Krandegan jadi kolam dadakan, warga ramai-ramai mancing karena banyak ikannya, Minggu (5/1/2025).

PURWOREJO - Sawah seluas 35 hektare di Desa Krandegan, Bayan, Purworejo terendam air dari luapan anak Sungai Jali sejak Minggu (5/1/2025).

Air sungai meluap karena di hari itu, wilayah Kabupaten Purworejo dilanda hujan yang cukup deras.

Kini Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan tengah melaporkan peristiwa tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

"Kalau sekarang Alhamdulillah sudah mulai surut," ungkap Kepala Desa (Kades) Krandegan Dwinanto saat dikonfirmasi Senin (6/1/2025).

Dwinanto menjelaskan, sejatinya tidak semua sawah di desa tersebut terendam banjir. Hanya sawah yang berada di sekitar anak sungai yang terendam.

Luas sawah yang terendam itu sekitar 35 hektare milik 200-an petani.

"Kalau total luas sawah di Desa Krandegan ada 70 hektare," ujarnya.

Dia menyebut, saat ini pihak pemdes tengah melakukan koordinasi dengan BBWSSO untuk mencari solusi terkait hal tersebut.

Sebab, peristiwa ini bukan pertama kali melainkan sering terjadi.

"Semoga setelah ini akan ada solusi," harapnya.

Akibat peristiwa itu, para petani terpaksa harus merugi. Sebab, padi yang baru ditanam terendam air dan harus ditanam ulang.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Resmi Dimulai di Magelang, Bagikan 2.629 Paket Makanan ke 16 Sekolah

Kepala Dusun Bleber Eko yang juga petani di wilayah itu mengungkapkan, banjir di desanya selalu terjadi setiap tahunnya.

Padi-padi yang ditanam oleh petani jadi banyak yang rusak. Terlebih, di banjir kali ini padi baru berusia beberapa minggu.

Sehingga, mereka harus menanam ulang benih padi jika ingin melanjutkan menanam padi.

"Harga benih satu ikat Rp 8.000 sampai Rp 15 ribu," sebutnya.

Dia berharap, adanya bantuan dari pihak terkait untuk mengatasi dan mengantisipasi terjadinya banjir serupa.

"Harapan kami ada perbaikan irigasi agar tidak terulang setiap tahunnya," harap Eko. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#terendam air #air sungai #Kabupaten Purworejo #sawah rusak #anak sungai #Sawah Terendam Air #Desa Krandegan #petani merugi