MAGELANG - Program makan bergizi gratis (MBG) akan bergulir serentak di seluruh layanan dan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Indonesia, hari ini Senin (6/1). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Magelang pun tengah bersiap merealisasikan program itu. Mulai ketersediaan bahan hingga menu yang akan disajikan.
Kepala SPPG Kota Magelang M Rauuf Oktavian Nur mengutarakan, program ini menyasar sebanyak 3.000 siswa sekolah, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak di bawah lima tahun (balita). "Kami mulai operasional resmi mulai besok (hari ini, Red) dengan sasaran utama siswa TK/KB/PAUD sampai SD," katanya Minggu (5/1).
Dia menyebut, sasaran untuk program MBG tersebar di 16 sekolah. Antara lain lima sekolah jenjang TK, sembilan jenjang SD, satu MTs, dan satu SMK. Baik di wilayah kota maupun Kabupaten Magelang dengan radius 1 hingga 1,5 km dari kantor SPPG Kota Magelang. Sementara jumlah sasaran untuk bumil, busui, dan balita masih menunggu pemutakhiran data dari Dinkes Kota Magelang.
Dia mengatakan, target indikator capaiannya bukan soal distribusi, tetapi pemenuhan gizi. Sehingga ada sasaran yang berasal dari wilayah Kabupaten Magelang. Sasaran yang telah ditentukan itu, lanjut dia, tidak dapat berganti karena nantinya ada pemantauan setiap tiga atau enam bulan sekali. Khususnya untuk mengetahui perkembangan gizi anak.
Setiap hari, menu yang disajikan berbeda-beda. Saat ini, sudah ada sekitar 10 menu yang bakal diberikan kepada siswa. Ahli gizi dari SPPG Kota Magelang juga telah menghitung angka kecukupan gizi (AKG) dan gramasinya. Kemudian disesuaikan dengan usia sasaran. Sehingga menu tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup.
Rauuf menuturkan, bahan baku untuk program MBG datang secara bertahap. Seperti beras, sayur-mayur, hingga buah. Bahan baku diperoleh dari Pusat Koperasi (Puskop) Akademi Militer (Akmil).
"Jadi nanti sekitar pukul 01.00, tim persiapan sudah mulai memasak karena besok (Senin, Red) kami harus melayani sarapan pagi bagi siswa PAUD sampai SD," jelasnya.
Sementara untuk siswa SMP dan SMA, dijadwalkan siang hari. Untuk distribusi, kata dia, kantor SPPG Kota Magelang memiliki dua armada mobil dan nantinya akan dibantu oleh instansi lain apabila dibutuhkan armada tambahan. Saat disinggung soal anggaran, Rauuf menyebut, seluruhnya berasal dari BGN.
Dia menambahkan, setelah peluncuran program MBG resmi dilakukan pada Senin, praktis SPPG Kota Magelang mulai beroperasi setiap hari. Distribusi MBG itu akan berlangsung selama lima hari sekolah.
"Kalau untuk bumil, busui, dan balita, sesuai petunjuk teknisnya sekitar dua hari sekali. Tapi kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut," sebutnya. (aya/laz)
Editor : Heru Pratomo