Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Pusat Keramaian, Kantong Parkir Alun-Alun Pancasila Kebumen Bakal Ditutup

Muhammad Hafied • Sabtu, 28 Desember 2024 | 04:12 WIB
DITUTUP SEMENTARA : Pengendara motor melintas di depan plang barikade yang menutup pintu area parkir Alun-alun Pancasila.
DITUTUP SEMENTARA : Pengendara motor melintas di depan plang barikade yang menutup pintu area parkir Alun-alun Pancasila.

 

 

 

 

KEBUMEN - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kebumen memberlakukan penutupan di kantong parkir Alun-alun Pancasila. Skema ini dilakukan agar alun-alun tidak semrawut selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Puguh Sugiyanto mengatakan, penutupan area parkir alun-alun perlu dilakukan demi kenyamanan bersama. Mengingat alun-alun selalu menjadi pusat keramaian masyarakat, khususnya pada perayaan malam tahun baru. "Sementara tempat parkir kami tutup dulu untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat," katanya, Jumat (27/12).

Disperkimhub, lanjut Puguh, telah menyiapkan kantong parkir pengganti di beberapa titik. Meliputi area parkir depan Pendopo Kabumian, tepi Jalan Soekarno-Hatta atau selatan Alun-alun Pancasila. Lalu, di sisi timur jalan depan kompleks Setda Kebumen.

"Sekarang alun-alun sudah nyaman untuk aktivitas. Kami antisipasi lonjakan masyarakat yang datang," ujar Puguh.

Ada beberapa fokus perhatian disperkimhub pada libur Nataru. Yakni, intensifitas pengawasan dan pengendalian arus lalu lintas. Kemudian, pengecekan dan inventarisasi berbagai kebutuhan sarana prasarana jalan. Tak kalah penting antisipasi aksi juru parkir liar yang memanfaatkan keramaian libur Nataru.

Puguh menambahkan, selama libur Nataru ini disperkimhub melibatkan sedikitnya 60 personel. Masing-masing akan bersiaga secara bergilir di empat posko terpadu. Salah satunya berada di alun-alun.

"Silahkan bagi masyarakat atau pemudik yang ingin istirahat. Ada berbagai fasilitas seperti kebutuhan medis dan sebagainya," jelasnya.

Salah satu warga Machdin mengatakan, selain pengaturan parkir ada hal lain yang perlu menjadi perhatian. Antara lain munculnya pedagang kaki lima (PKL) di pusat kota yang tidak memperhatikan kenyamanan bersama.

"Biasanya ada yang aji mumpung. Jualan semaunya sendiri. Itu yang bikin macet. Orang dinas juga harus tegas," bebernya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#nataru #kebumen #ALUN-ALUN PANCASILA #ditutup #malam #Disperkimhub Kebumen #Parkir