PURWOREJO - Layaknya perayaan lebaran saat Idul Fitri, umat nasrani di Desa Wasiat, Kecamatan Ngombol, Purworejo juga sediakan kudapan saat Natal. Mereka juga menerima tamu dari warga lain yang ingin berkunjung ke rumahnya. Tak terkecuali umat muslim.
Tradisi tersebut rupanya sudah ada sejak dulu tepatnya di Dusun Terwatang, Desa Wasiat, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Tradisi tersebut bertahan sampai saat ini. Warga muslim datang bersilaturahmi untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat nasrani.
Salah satu tokoh masyarakat di dusun tersebut Djatmiko mengatakan, warga nasrani di dusun tersebut ada empat keluarga dan umat muslim ada sekitar 400-an keluarga. Tradisi berkunjung ke umat Nasrani saat natal dilakukan setiap 26 Desember malam.
"Itu sudah terjadi sejak 2002 lalu dan itu pun karena hal yang tidak disengaja," kata dia Jumat (27/12).
Dikatakan, saat itu pada 2002, di Desa Wasiat sedang dilaksanakan pembangunan sebuah masjid. Pembangunan itu juga melibatkan warga nasrani di desa tersebut. Sebagai ungkapan terima kasih, panitia mengunjungi warga nasrani karena membantu pembangunan masjid.
"Kebetulan kunjungan itu bertepatan saat Desember, saat mereka merayakan Natal," sambungnya.
Sebenarnya kedatangan mereka hanya ingin mengucapkan terima kasih tetapi karena pas momen natal jadi sembari bersilaturahmi. Akhirnya, di tahun berikutnya hal serupa juga dilakukan dan menjadi tradisi hingga saat ini.
"Tadinya hanya 4-5 orang yang datang, sekarang hampir semua warga di Dusun Terwatang Desa Wasiat berkunjung," ujarnya.
Bahkan, dijadikan sebagai tradisi untuk mengucapkan natal kepada mereka yang merayakan. Dia sangat mengapresiasi hal tersebut karena menunjukkan kerukunan umat beragama dan toleransi ke dalam kegiatan beragama,
Disampaikan, tradisi tersebut patut untuk dijaga terlebih ada sinergi dari beberapa elemen termasuk Babinsa Desa Wasiat, Babinkamtibmas, hingga beberapa tokoh masyarakat. "Semoga hal serupa bisa meluas sehingga kerukunan umat dan toleransi beragama bisa terus terjaga," harap dia.
Warga muslim di dusun tersebut, Antiningsih mengaku senang dengan adanya tradisi tersebut. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai wujud saling menghormati antar tetangga.
"Rutin kami lakukan untuk menjaga keharmonisan antartetangga," ungkapnya.
Salah satu warga nasrani Robertus Rasyid mengaku bangga dan senang dengan adanya tradisi tersebut. Dengan kedatangan orang muslim ke rumahnya, menjadi bukti wujud toleransi umat beragama ada di desa tersebut. "Setiap hari raya (Idul Fitri) saya pun juga berkunjung ke rumah mereka," ucapnya.
Dia berharap, ke depan silaturahmi dan tradisi tersebut akan terus ada meski sudah beralih generasi. Dengan begitu, dapat tercipta perdamaian dan saling toleransi antar umat beragama. "Semoga akan terus rukun seperti itu," tandas dia. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo