Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Komoditas Cabai Paling Fluktuatif di Kebumen, Petani: Masih dalam Kewajaran

Muhammad Hafied • Jumat, 27 Desember 2024 | 12:50 WIB
HASIL PERTANIAN : Petani di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren sedang panen cabai.
HASIL PERTANIAN : Petani di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren sedang panen cabai.

 

 

 

 

KEBUMEN - Sejumlah harga kebutuhan pangan terus merangkak naik seiring musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari sekian banyak komoditas yang paling mengalami fluktuasi harga saat ini adalah cabai. Sedangkan untuk komoditas lain terpantau cenderung stabil.

 

Salah satu petani cabai Paryanto, 38, mengungkapkan, gejolak harga cabai mulai dirasakan pada awal Desember 2024. Kondisi ini tidak lepas karena pengaruh cuaca yang tak menentu belakangan ini. Kendati begitu, fluktuasi harga yang terjadi dinilai masih dalam batas kewajaran. "Harganya naik turun. Kalau untuk standar harga sekarang masih masuk buat petani," ungkapnya, Kamis (26/12).

 

Paryanto menyebut, harga cabai jenis merah kriting di tingkat petani sekarang berkisar Rp 25 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Baca Juga: BNN Sleman Tekankan pada Strategi Rehabilitasi, Dorong Pecandu Narkoba untuk Berani Melapor

Baca Juga: Gelombang Laut Tinggi, Wisatawan Diminta Selalu Waspada, Pantai Selatan Gunungkidul Ramai, SAR Tingkatkan Pengawasan

Harga tersebut menurutnya sudah cukup ideal untuk balik modal mencukupi biaya perawatan tanaman. "Pas November itu  harga sempat Rp 15 ribu per kg. Habis untuk pupuk sama ongkos pekerja," ujar petani asal Desa Setrojenar itu.

 

Sementara itu, penjual cabai Pasar Tumenggungan Khusna mengatakan, pergerakan harga komoditas cabai memang sulit diprediksi. Terlebih ketika pasokan barang melebihi permintaan pasar seperti sekarang. Hal ini dipengaruhi karena faktor musim penghujan serta momentum libur akhir tahun. "Kalau naik pasti ada kenaikan. Terkadang sekarang naik cuma Rp 500 perak, besok bisa Rp 2 ribu. Itu yang sulit ditebak," ujarnya.

 

Watini mengungkapkan, fluktuasi harga cabai saat ini tidak begitu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Dia memprediksi kondisi ini bakal terjadi hingga libur Nataru usai. "Saya rasa biasa saja sih. Pelanggan juga tetap pesan. Mungkin karena naiknya tidak ekstrem ya," ucapnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#harga komoditas #nataru #cabai #Fluktuatif #Petani