Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Bank Samiun Kebumen, Ajak Warga Kurangi Sampah Perkotaan

Muhammad Hafied • Minggu, 8 Desember 2024 | 16:00 WIB

 

PEDULI LINGKUNGAN: Relawan Bank Samiun mengangkut sampah dari hasil limbah rumah tangga yang berada di wilayah perkotaan Kebumen.
PEDULI LINGKUNGAN: Relawan Bank Samiun mengangkut sampah dari hasil limbah rumah tangga yang berada di wilayah perkotaan Kebumen.

KEBUMEN - Bagi relawan di Bank Samiun bukan menjadi persoalan meski setiap hari harus bergelut dengan sampah. Mereka tak memedulikan gengsi maupun ocehan orang lain. Asalkan sampah di wilayah perkotaan bisa tertangani dengan baik. Ya, begitulah sekelumit perjuangan kelompok relawan peduli sampah di Bank Samiun.

Berpusat di Kelurahan Kebumen, Bank Samiun merupakan kumpulan orang-orang yang peduli dengan persoalan sampah. Bank Samiun dibentuk berangkat dari keresahan melihat kondisi kumuh di wilayah perkotaan.

Hadirnya wadah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya sampah. "Per hari ini kami sudah punya sekitar 200 mitra. Semua di perkotaan. Setiap minggu sekali sampah yang sudah dipilah warga, kami angkut," beber Suwito, pengurus Bank Samiun Jumat (6/12/2024).

Dibentuk sejak 2016, wadah pegiat lingkungan ini eksis memberikan edukasi bagaimana agar sampah tidak menjadi petaka. Beranggotakan tim inti 15 orang, Bank Samiun berkomitmen menjadi lokomotif penanganan sampah. Khususnya sampah yang berada di wilayah perkotaan.

"Kota itu kan dipersepsikan wajah kabupaten. Kalau kota bersih, enak dipandang, orang yang datang ikut nyaman," bebernya.

Keberadaan bank sampah ini ternyata kerap menjadi tempat studi banding dari banyak daerah. Tak hanya itu, aktivitas pengelolaan sampah tersebut juga disambut antusias dunia pendidikan. Berbagai pelajar sekolah di Kebumen ikut datang melihat langsung proses pengolahan sampah secara baik dan benar. "Nama Bank Samiun bukan akronim. Tapi ya itu namanya. Alhamdulillah sudah jadi percontohan yang lain," ungkapnya.

Bank Samiun juga sempat mendapat apresiasi dari PT Pertamina. Perusahaan pelat merah tersebut menurunkan anggaran senilai Rp 100 juta untuk kebutuhan operasional serta melengkapi peralatan terkait penanganan sampah. "Dari dulu slogan kami mengubah sampah jadi berkah. Bukan malah tambah masalah," ucapnya.

Salah satu program unggulan Bank Samiun ialah pembayaran tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) dari sampah. Inovasi ini digagas agar masyarakat bisa merasakan hasil dari pengelolaan sampah. "Yang sulit itu membangun kesadaran. Orang mungkin gampang bayar pajak pakai uang pribadi, tapi kalau dari hasil milah sampah mereka otomatis sadar bagaimana harus memperlakukan sampah," ucapnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#PT Pertamina #edukasi #kebumen #kesadaran #relawan #Bank Samiun #Pendidikan #studi banding #penanganan sampah #Sampah #Perkotaan #kabupaten #masyarakat