KEBUMEN - Perum Bulog Cabang Kebumen kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat. Bantuan diberikan dengan total 1.318 ton beras untuk menyasar sekitar 131 ribu penerima manfaat. Penyaluran bantuan ini merupakan terakhir dari seluruh rangkaian program selama setahun.
Kepala Gudang Bulog Kebumen Sidik Sugiharto menyampaikan, setiap penerima manfaat dijatah 10 kilogram beras yang berasal dari Beras Cadangan Pemerintah alias CBP. Bantuan tersebut disalurkan merata di 449 desa. "Beras sudah kami packing (bungkus) sesuai kebutuhan. Tinggal kirim ke seluruh desa," ungkapnya, Jumat (6/12).
Sidik menjelaskan, bantuan berupa beras kualitas medium tersebut telah dikirim awal Desember. Adapun target distribusi ke seluruh desa dijadwalkan rampung pada pekan kedua bulan ini. "Jumlah tonase sama dari sebelumnya. Terkait tahun depan, kami belum tahu. Tapi kemungkinan masih ada," ujarnya.
Sidik mengatakan, adanya bantuan pangan ini menjadi bagian upaya pemerintah dalam menekan angka inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan. Terutama memasuki libur nasional seperti natal dan tahun baru. Selain itu, pemerintah melalui Bulog juga masih menjalankan program lain berupa Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). "Pasar murah pakai beras SPHP sampai sekarang masih. Bahkan permintaan semakin banyak," ucap Sidik.
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan pada Distapang Kebumen Ifah Ismatul Banat menjelaskan, penyaluran bantuan pangan dari pemerintah bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat khususnya terkait beras. Dari program ini pemerintah telah menyalurkan bantuan terbagi menjadi tiga tahap. "Penyaluran dilakukan setelah semua data selesai verifikasi oleh kepala desa. Pas penyaluran tidak boleh ada kegiatan atau iuran lain," katanya.
Ifah mengatakan, proses penyaluran bantuan tersebut dipastikan telah melalui berbagai tahapan, mulai dari validasi data dan kesiapan teknis penyaluran. "Rujukan penerima pakai data bulan sebelumnya. Itu domain dari Badan Pangan Nasional. Kami cuma pelaksana," urainya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo