Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Memaafkan Miftah Maulana, Sunhaji Jadi Jutawan hingga Punya Tiga Kontainer Es Teh

Naila Nihayah • Jumat, 6 Desember 2024 | 12:50 WIB
SEMRINGAH: Rumah Sunhaji masih didatangi warga dari berbagai daerah, termasuk TikToker asal Riau.
SEMRINGAH: Rumah Sunhaji masih didatangi warga dari berbagai daerah, termasuk TikToker asal Riau.

 

MUNGKID - Peristiwa yang menimpa penjual es teh asal Grabag, Kabupaten Magelang bernama Sunhaji masih menyisakan simpati publik. Ia menjadi viral lantaran dicibir oleh pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman. Setelah memaafkan, Sunhaji terus didatangi berbagai pihak.

Tak sedikit tokoh masyarakat, agama, maupun TikToker yang datang menyambangi kediaman Sunhaji di Dusun Gesari, Banyusari, Grabag. Mereka datang silih berganti untuk menyalurkan donasi atau bantuan.

Selain uang, Sunhaji juga menerima tiga kontainer es teh dan gerobak sepeda yang dimodifikasi sedemian rupa agar bisa menjajakan es teh. Gerobak tersebut diberi nama Sunhaji Tea.

Teranyar, TikToker sekaligus Youtuber asal Rokan Hulu, Riau bernama Rian Arifin juga menunjukkan simpatinya. Dia berhasil menghimpun dana dari pengikut di TikTok-nya. Rian mengeluarkan segepok uang pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 300 juta. Bahkan, Rian sempat meminta Sunhaji untuk menghitung uang tersebut. Raut semringah semakin tercetak jelas di wajah Sunhaji usai menerima uang itu.

Rian mengaku, jauh-jauh datang dari Riau untuk memberikan uang kepada Sunhaji. Uang senilai Rp 300 juta tersebut, kata dia, merupakan titipan dari hamba Allah.

"Saya mendapatkan titipan dari hamba Allah atau teman-teman yang ada di TikTok dengan nominal uang sebesar Rp 300 juta untuk bapak yang terkenal sebagai penjual es teh," lontarnya, Kamis (5/12).

Saat berbincang, Rian juga bertanya soal keinginan Sunhaji. Sebelum bertolak ke Riau, Rian ingin menemani Sunhaji membeli apa yang dibutuhkan. Kepada Rian, Sunhaji ingin membeli kulkas, kasur, kebutuhan renovasi rumah, dan sepeda motor.

"Jadi, saya bisa menemani untuk beli motor baru saja. Sisanya biar bapak yang beli sama keluarga," imbuhnya.

Sunhaji mengaku senang dengan bantuan-bantuan yang datang untuknya. Rencananya, bantuan yang diterima itu akan dimanfaatkan untuk modal usaha dan akan berjualan es teh. "(Rasanya) senang. Banyak orang yang datang ke rumah saya," bebernya.

Kakak Sunhaji, Wahyudi mengatakan, semula adiknya bekerja sebagai buruh tebang dan angkut kayu. Hanya saja, Sunhaji terpaksa berhenti dari pekerjaannya itu lantaran tangan kirinya cedera. Kepada Wahyudi, Sunhaji tidak bisa bekerja seperti sebelumnya dan memutuskan untuk berdagang.

 Baca Juga: Aktivis Sosial di Jogja Kirim Surat ke Presiden Prabowo Minta Miftah Maulana Dicopot dari Utusan Khusus Presiden

Saat itu, Sunhaji mengikuti temannya berjualan es teh di acara selawatan. "Kadang, tidak bareng (berjualan dengan temannya). Dia (temannya) ada acara di sana, Sunhaji tidak bisa ke sana karena motornya nggak memungkinkan. Akhirnya dia ingin berjualan sendiri di tempat yang rata (tidak menanjak)," ujarnya.

Sebab, kata Wahyudi, sepeda motor Sunhaji tidak bisa digunakan di medan yang menanjak. Sunhaji lantas meracik tehnya sendiri. Selain teh, ia juga menambah beberapa air mineral dalam nampan yang disungginya. Lalu, berkeliling menjajakan dagangannya di antara kerumunan jemaah.

Namun, ia hanya berkeliling di event selawatan. Terjauh ke Semarang.  Ketika tidak ada event selawatan, ia menjadi buruh dengan memanen padi milik orang lain. Namun, ia akan menganggur di rumah ketika tidak ada padi yang dipanen. "Melihat adik saya, rekasa uripe. Usahanya memang tidak pernah berhenti," sebut Wahyudi. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #Sunhaji #es teh #Miftah Maulana Habiburrahman #Grabag #rp 300 juta #riau #TikTok