KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melakukan penanaman rumput vetiver di tiga titik tanggul sungai. Hal ini menjadi bagian BPBD dalam upaya penguatan tanggul sungai yang rawan jebol.
Penanaman rumput tersebut berlangsung di tanggul sungai yang sebelumnya jebol. Yakni di tanggul Sungai Telomoyo, tepatnya di Desa Sidomukti. Selebihnya di tanggul Sungai Karanganyar masuk Desa Kelurahan Jatiluhur dan Kelurahan Panjatan. "Sekarang tanggul sudah diperbaiki. Supaya tidak mudah longsor atau tergerus air, tanggul ditanami rumput vetiver," jelas Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kebumen Iksanudin, Jumat (29/11).
Ikhsanudin menyampaikan, rumput vetiver dipilih karena dinilai ampuh menjaga tanggul sungai. Tumbuhan tersebut dikenal memiliki karakter akar yang menjulang panjang ke bawah. Sehingga rumput vetiver ini bisa sebagai alternatif untuk memelihara struktur tanah.
Baca Juga: Ingatkan Tugas Korpri Lanjutkan Perjuangan Pahlawan, ASN di Purworejo Ziarah ke TMP
Baca Juga: Mengenal Mahasiswi FH UMY Aisyah Putri Irawan, Belajar Bahasa Isyarat Amanat Peraturan Pemerintah
Lebih lanjut, akar rumput vetiver telah terbukti di berbagai tempat mampu mengikat tanah. Keberadaan rumput tersebut dapat mencegah erosi dan dan memperkuat struktur tanggul secara alami. "Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kerusakan tanggul akibat banjir. Ada 12 ribu bibit yang kami tanam," terangnya.
Ikhsanudin menyampaikan, jebolnya tanggul di sejumlah titik belum lama ini perlu menjadi perhatian bersama. Dia pun mengapresiasi penanaman rumput vetiver telah mendapat respon positif dari berbagai pihak. Gerakan tersebut juga tidak hanya menjadi langkah pencegahan bencana jangka panjang, tapi menjadi cermin kolaborasi antar elemen dalam program mitigasi bencana berbasis lingkungan. "Sasaran penanaman ada di tiga titik dan tim sudah dibagi sesuai lokasi," ungkapnya.
Sebelumnya BPBD Kebumen mencatat ada dua titik tanggul sungai yang jebol parah pada Sabtu (9/11). Masing-masing di tanggul Sungai Telomoyo dan Sungai Kemit. Akibat kejadian ini 150 warga terpaksa harus mengungsi ke tempat aman karena permukiman mereka terendam banjir luapan air sungai. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo