PURWOREJO - Proyek di Kabupaten Purworejo yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) APBD Jawa Tengah (Jateng) 2024 dan dana alokasi khusus (DAK) fisik telah diresmikan. Proyek yang diresmikan sebanyak tujuh proyek dari bankeu dan satu proyek dari DAK fisik dengan total proyek senilai Rp 24,1 miliar.
Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Pj Gubernur Jateng Komjen Pol Nana Sudjana pada Kamis (21/11). Adapun tujuh proyek dari Bankeu Provinsi Jateng antara lain, rehabilitasi ruas Jalan Gupit - Sibolong (Kecamatan Kaligesing) senilai Rp 3,4 miliar, rehabilitasi ruas Jalan Soko - Semagung senilai Rp2,9 miliar, rekontruksi Jalan Blimbing - Somoleter (Kecamatan Bruno) senilai Rp 5 miliar.
Kemudian, rehabilitasi Jalan Lingkungan Perum KBN Jalan Tentara Pelajar (Kelurahan Pangenjuru Tengah, Kecamatan Purworejo) senilai Rp1,25 miliar, rehabilitasi ruas Jalan Pituruh - Kesawen - Megulung (Kecamatan Pituruh) senilai Rp 2 miliar, rehabilitasi ruas Jalan Karangduwur - Winong Rp 5 miliar, serta pembangunan Terminal Tipe B Kutoarjo senilai Rp 3,16 miliar.
Selanjutnya, proyek darI DAK fisik pusat yaitu berupa pembangunan Amenitas dan Atraksi Kawasan Wisata Alam (Non Bahari) Goa Seplawan senilai Rp 1,93 miliar. "Bantuan-bantuan tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat, pengembangan sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya Kamis (21/11).
Baca Juga: Warga Ambal Kebumen Berdaya dari Jualan Emping setelah Anak Mudanya Berjualan Live Tik-Tok
Diungkapkan, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga memberikan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 17.000 unit. "Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, bantuan perbaikan RTLH sebanyak 325 unit dengan nilai total Rp 6,5 miliar," sebut dia.
Nana menyebut, ke depan bantuan untuk Kabupaten Purworejo khususnya RTLH akan diusulkan kembali dengan jumlah yang semakin bertambah. "Karena masalah kemiskinan adalah prioritas kita yang utama," imbuhnya.
Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi menyampaikan, terkait tingkat kemiskinan, Kabupaten Purworejo menduduki peringkat 22 se-Jateng. Yaitu, dengan presentase kemiskinan sebesar 10,87 persen.
Selama ini, Pemkab Purworejo berupaya melakukan pengentasan kemiskinan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha ekonomi mikro kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dan membuka kantong-kantong kemiskinan.
Selain kemiskinan, saat ini Kabupaten Purworejo juga tengah menghadapi sejumlah persoalan mulai dari penurunan stunting, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan ekonomi di Purworejo dari tahun 2019-2023 yang tercatat di atas capaian nasional dan provinsi. Di 2023 pertumbuhan ekonomi pada angka 5,07," ungkapnya.
Dikatakan, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purworejo. Bahkan selama ini Purworejo merupakan salah satu penopang produktivitas padi di Jawa Tengah dan Indonesia. "Purworejo juga mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dengan memperluas areal tanam, irigasi perpompaan, bantuan bibit ternak dan benih tanaman pangan, dan sebagainya," tandas Endi. (han)
Editor : Heru Pratomo