Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Swasembada Pangan Dipercepat 2027, Wamentan Beberkan Tiga Permasalahan Pokok di Bidang Pertanian

Naila Nihayah • Jumat, 22 November 2024 | 20:54 WIB

 

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

MAGELANG - Pemerintah berencana mempercepat target pencapaian swasembada pangan. Semula program ini ditargetkan pada 2028, kini menjadi 2027.

Karena itu, kementerian terkait, terutama Kementerian Pertanian (Kementan) diminta bekerja keras untuk menyelesaikan persoalan-persoalan guna mengakselerasi swasembada pangan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono optimistis, target swasembada pangan itu dapat tercapai pada 2027.

Dia menyebut, Indonesia berapa kali telah mewujudkan swasembada pangan.

"Kita pernah swasembada di (tahun) 2017, 2019, 2020, dan 2021. Itu soal beras. Kita maunya swasembada nanti bisa longlasting," ujarnya di Wisma Sejahtera, Kota Magelang, Kamis malam (21/11/2024).

Menurutnya, saat ini ada tiga permasalahan pokok di bidang pertanian yang tengah dihadapi. Antara lain pupuk, air, dan harga komoditas pertanian yang sering anjlok saat panen raya.

Dia mengatakan, Presiden kini sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait penyaluran pupuk bersubsidi yang mempermudah distribusi langsung kepada petani.

Terkait air, Kementan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memaksimalkan bendungan di seluruh Indonesia.

Karena keberadaan bendungan dapat bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian warga.

Dengan begitu, produktivitas pertanian, terutama padi dapat meningkat.

Sementara untuk harga komoditas pertanian yang kerap anjlok saat panen raya, dia juga prihatin dengan kondisi itu.

Kementan masih terus berupaya untuk membenahi persoalan itu. Namun, dia tidak menyebut detail skema yang dilakukan.

"Kemarin di Banjarnegara, ada wortel dan lainnya yang harganya jatuh (saat panen raya), kan kasihan. (Petani) sampai nangis ketemu saya. Jadi, kita harus berbuat sesuatu," ucapnya.

Sudaryono menegaskan, dirinya bersama pemerintah pusat tidak bisa dan tidak diperbolehkan untuk abai terhadap kondisi masyarakat, termasuk di bidang pertanian.

Menurutnya, akan ada teknologi dan digitalisasi untuk mengasai persoalan tersebut. "Kita benahi lagi. Kasih kami waktu sedikit (untuk membenahi masalah pertaniain," imbuhnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#swasembada pangan #kementan #bidang pertanian #Kementerian Pertanian #Dipercepat #wamentan sudaryono #Wamentan