RADAR JOGJA - Peristiwa tanah longsor yang memilukan terjadi di Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (19/11/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.
Tanah longsor disertai batu besar menghantam sebuah rumah yang dihuni empat orang, mengakibatkan tragedi yang mendalam bagi warga setempat.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo sejak siang hari menjadi penyebab utama terjadinya longsor tersebut.
Menurut Camat Bruno, Taufik Bagus Setyoko, peristiwa ini berlangsung dengan cepat. “Informasi yang kami dapatkan dari Pemdes, ada korban yang masih tertimbun longsoran," ujar Taufik saat dihubungi pada Selasa, (19/24).
Rumah yang tertimbun tanah tersebut milik seorang warga bernama Subur.
Ketika kejadian berlangsung, Subur baru saja keluar rumah untuk pergi ke Pituruh. Namun, belum jauh dari rumah, sekitar 200 meter, ia mendengar suara gemuruh dari arah tempat tinggalnya.
Subur segera kembali dan terkejut melihat rumahnya telah hancur tertimpa longsoran tanah dan batu besar.
Masyarakat sekitar dan petugas gabungan dari SAR, BPBD, TNI, Polri, serta relawan segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi.
Dari empat penghuni yang terjebak di dalam rumah, tiga orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo.
Saat ini, pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang.
Proses pencarian menghadapi kendala berat, karena material longsor berupa tanah bercampur batu besar membuat evakuasi menjadi lebih sulit.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Plipiran.
Subur, pemilik rumah yang selamat dari musibah ini, hanya bisa pasrah melihat kehancuran rumahnya dan kehilangan orang-orang tercinta.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Purworejo mengingatkan warga di daerah rawan longsor untuk segera mengungsi jika terjadi hujan deras yang berkepanjangan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, semoga korban yang belum ditemukan segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.****
(Windu, Berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin