Tujuannya memeriksa pembangunan bendung dan bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia.
Sebab bendung dan bendungan tidak hanya untuk mengairi lahan pertanian, tetapi juga dapat mengendalikan banjir, keperluan listrik, dan lainnya.
Menurutnya, salah satu fungsi utama bendungan adalah untuk menjaga ketahanan pangan. Hal itu selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kementerian PU cuma tukang. Kalau leading minister-nya adalah Kementerian Pertanian. Jadi, porsi kami cuma menyediakan air," lontarnya usai tinjauan.
Dia menyebut, Bendung Karangtalun dapat mengaliri sawah di tiga kabupaten seluas 5.159 hektare, yakni di Kabupaten Magelang, Sleman, dan Bantul.
Daerah irigasi Karangtalun dibagi menjadi tiga, yaitu saluran induk Karangtalun dan saluran induk Mataran seluas 1.328 hektare serta saluran induk Van der Wijck seluas 3.831 hektare.
Masing-masing kecamatan penerima manfaat itu antara lain Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Lalu, Kecamatan Seyegan, Minggir, Mlati, Tempel, Godean, Depok, Kalasan, Moyudan, dan Gamping, Kabupaten Sleman. Kemudian, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.
Daerah irigasi Karangtalun mendapatkan pasokan air dari Sungai Progo dengan kapasitas debit air sebesar 12,5 meter³/detik.
Air tersebut didistribusikan melalui saluran primer sepanjang 38.12 kilometer (km), saluran sekunder sepanjang 40,13 km, dan saluran tersier sepanjang 10,8 km.
Air irigasi tersebut mendukung masa tanam sebanyak 3 kali dengan indeks pertanaman (IP) mencapai 280 persen dan total 12.701,8 hektare.
Keberadaan Bendungan Karangtalun diharapkan memberikan manfaat untuk peningkatan produktifitas padi 5,44 ton per hektare.
Tidak hanya bermanfaat untuk pertanian, lokasi bendungan tersebut didesain memiliki ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.
Dody mengatakan, saat ini Kementerian PU tengah fokus untuk mengopimalkan bendung dan bendungan yang dimiliki.
"Kami punya kira-kira 47 bendungan yang sudah ada dan akan selesai di seluruh Indonesia. Total sampai 2026 nanti, ada 61 bendungan. Kami akan maksimalkan untuk bisa swasembada pangan paling lambat 2028," kata dia.
Dia menyampaikan, Kementerian PU bertugas untuk menyiapkan kebutuhan air supaya mendukung program tersebut. Sehingga tidak kelebihan atau kekurangan air.
"Kemarau nggak kurang air, demikian juga pasa musim hujan, nggak banjir. Di sisi lain, bendungan fungsinya tidak hanya untuk ketahanan pangan saja, tapi bisa untuk keperluan listrik," imbuhnya. (aya)
Editor : Bahana.