Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rawan Bencana hingga Partisipasi Pemilih Rendah, PR KPU Kabupaten Magelang Jelang Coblosan Pilkada 2024

Naila Nihayah • Rabu, 13 November 2024 | 15:15 WIB

 

 

 

ATRAKTIF: Para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) menampilkan tarian sebelum pencoblosan dimulai, Rabu (14/2/2024).
ATRAKTIF: Para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) menampilkan tarian sebelum pencoblosan dimulai, Rabu (14/2/2024).
 

MUNGKID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024. Lantaran Kabupaten Magelang masuk dalam kategori rawan bencana dan partisipasi rendah. Pada pilkada serentak sebelumnya, partisipasi pemilih di bawah 80 persen.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, KPU Kabupaten Magelang Yohanes Bagyo Harsono mengatakan, KPU di masing-masing kota/kabupaten diminta untuk melakukan sosialisasi. Khususnya di daerah yang rawan konflik, rawan partisipasi rendah, dan rawan bencana.

Dari tiga klasifikasi itu, Kabupaten Magelang berpotensi rawan terhadap partisipasi rendah dan bencana. "Kenapa itu terjadi? Karena Kabupaten Magelang ada Gunung Merapi. Di sana sudah terpetakan kawasan rawan bencana," lontarnya, Selasa (12/11).

Kawasan tersebut, kata dia, ada di Kecamatan Dukun, Srumbung, dan Sawangan. Karena itu, PPK maupun PPS harus lebih bekerja keras dengan memaksimalkan sosialisasi kepada para pemilih, khususnya di tiga kecamatan itu.

Selain itu, rawan partisipasi rendah juga membayangi Kabupaten Magelang. Kerawanan itu tidak hanya dialami daerahnya, tetapi hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia. Satu faktornya karena ada penggabungan tempat pemungutan suara (TPS) menjadi maksimal 600 pemilih.

Pada Pemilu 2024 lalu, satu TPS maksimal diperuntukkan bagi 300 pemilih. Pada pilkada kali ini, Kabupaten Magelang memiliki 2.011 TPS dari yang semula 4.407 TPS pada pemilu. Kondisi itulah yang membuat warga di lereng-lereng pegunungan cenderung tidak menggunakan hak pilihnya. Karena terkendala akses atau mobilitas ke TPS.

   Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, KPU Kabupaten Magelang Yohanes Bagyo Harsono
  Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, KPU Kabupaten Magelang Yohanes Bagyo Harsono

Namun, di satu sisi, ada juga pemilih yang dapat menjangkau TPS dengan moda transportasi. "Satu TPS harus menggabungkan antar RT, kampung, atau dusun, yang itu (lokasinya) harus melewati misalnya perkebunan salak, sungai, atau persawahan. Sehingga minat warga untuk datang ke TPS menjadi sedikit, khususnya bagi lansia," kata dia.

 

Bagyo mengaku, KPU bakal berusaha semaksimal mungkin agar partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 sama dengan Pemilu 2024, yakni 90,1 persen. Namun, dia tidak menampik, dari pilkada sebelum-sebelumnya, partisipasi pemilih belum bisa menembus angka 80 persen. "Dengan target itu, harus kerja ekstra," sambungnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#PPS #Bagyo Harsono #Kabupaten Magelang #KPU #Pilkada #Gunung Merapi #ppk #rawan bencana #partisipasi rendah