Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuki Musim Hujan, DKPP Purworejo Berharap 1.400 Hektare Lahan Sudah Ditanami

Jihan Aron Vahera • Rabu, 13 November 2024 | 14:50 WIB

 

Seremonial percepatan MT1 di Desa Kalimiru dan Kelurahan Sucenjurutengah, stakeholder terkait bersama-sama lakukan tanam padi secara simbolis, Senin (28/10).   
Seremonial percepatan MT1 di Desa Kalimiru dan Kelurahan Sucenjurutengah, stakeholder terkait bersama-sama lakukan tanam padi secara simbolis, Senin (28/10).  

 

 

 

PURWOREJO - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo mendorong para petani di Kabupaten Purworejo untuk percepat tanam padi. Mengingat, di wilayah Kabupaten Purworejo sudah memasuki musim penghujan.

Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila mengatakan, saat ini belum banyak petani yang mulai menanam padi. Meski ada beberapa yang sudah mulai tanam. "Tapi prosentasenya masih kecil," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Jogja Selasa (12/11).

Untuk itu, Hadi meminta kepada para petani untuk segera percepatan tanam di musim tanam pertama (MT1 ) ini. Mengingat, saat ini sudah masuk musim hujan dan kali ini merupakan musim hujan basah. "Maka harapannya, para petani segera mempersiapkan sawah untuk budidaya padi," sambungnya.

Dia menyebutkan, sejumlah desa yang sudah melakukan tanam di antaranya Desa Kalimiru (Kecamatan Bayan), Desa Pejagran (Kecamatan Ngombol), dan sebagainya. Pantauan Radar Jogja di sejumlah daerah seperti Kecamatan Purworejo belum banyak yang mulai menanam atau mengolah sawah untuk ditanami padi.

Hadi berharap, para petani dapat bisa mempercepat tanam, selaras dengan program utama dari  Kementrian Pertanian yaitu ketahanan pangan. "Target tanam kami di bulan ini sebesar 1.400 hektare," tambah dia.

Di sisi lain, di Desa Bangunkidul, Bayan, Purworejo tengah digenjot untuk percepatan tanam. Untuk mendorong itu, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bayan memberikan pelatihan untuk pengoperasian alat mesin pertanian (alsintan) berupa rice transplanter kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani Maju Desa Bandungkidul, Bayan, Purworejo.

Pemanfaatan alat tersebut dilakukan karena sebelumnya kelompok tani telah mendapatkan alat dari hibah pemerintah. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk penanaman padi agar lebih cepat.

"Pelatihan pengoperasian tersebut dilakukan oleh oleh tim pengadaan mesin tanam dari PT Corin dan sudah dilakukan di Oktober 2024 lalu," ujar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bayan Nursilaturahmi.

Diketahui, rice transplanter merupakan alat penanam padi yang dipergunakan untuk menanam benih padi. Dengan alat tersebut, petani dapat menanam padi dengan waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan sistem tanam manual. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#musim tanam #musim hujan #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian #padi #Purworejo