KEBUMEN - Pemkab Kebumen memberlakukan penutupan sementara di seluruh area Alun-Alun Pancasila. Kebijakan ini diambil karena sedang ada proses pemeriksaan jelang serah terima hasil pekerjaan oleh pihak ketiga. Adapun penutupan sementara alun-alun berlangsung mulai 5-12 November 2024. Selama delapan hari itu area alun-alun bakal steril dari kegiatan masyatakat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setiawan menjelaskan, sesuai kontrak proses revutalisasi alun-alun berakhir pada 21 November 2024. Di sisa waktu ini pihaknya ingin seluruh obyek pengerjaan terealisasi sesuai rencana. Kenapa perlu dilakukan penutupan? “Agar rekanan betul optimal. Dipastikan betul mana saja yang harus penyempurnaan sebelum serah terima," ungkapnya, Jumat (8/11).
Yanie menerangkan, penutupan alun-alun harus dilakukan, mengingat masih ada beberapa titik pengerjaan yang perlu penanganan khusus. Dia juga tak ingin proyek revitalisasi yang menelan anggaran miliaran justru nantinya tak berfungsi optimal. "Pada 5-12 November itu masih sementara. Kalau memang butuh waktu waktu lagi, bisa jadi diperpanjang," ujarnya.
Mantan kepala Kesbangpol ini menyebut ada beberapa titik pengerjaan yang sekarang menjadi target pengerjaan. Meliputi panggung terbuka atau amphiteater, lantai alun-alun, kantor UPT, taman tematik, arena skateboard, lintasan lari serta sarana dan prasarana pendukung lain.
Dia mengimbau, bersamaan dengan penutupan alun-alun ini agar masyarakat memilih tempat lain untuk sementara waktu. Yanie juga meminta masyarakat, utamanya pecinta olahraga untuk sabar sembari menunggu proses pengerjaan selesai sepenuhnya. "Bagi masyarakat yang sudah menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, maka harap sabar sebentar. Ada tempat lain. Bisa di stadion atau hutan kota," kata Yanie.
Sementara itu, seorang warga Sobirin, 29, berharap agar penutupan alun-alun tidak terlalu lama. Sebab, sejak ada kebijakan penataan ulang area kota banyak masyarakat gemat beraktivitas di alun-alun. Mereka datang tak lain untuk berolahraga karena sekarang sudah terdapat fasilitas lintasan lari serta area fitnes yang representatif. "Ditutup sebentar sih tidak apa-apa. Toh juga buat kenyamanan bersama. Tapi kalau kelamaan ya kasihan, masyarakat sudah suka joging karena tempantnya memadai," kata warga Desa Karangsari itu. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo