Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Sebut Bencana Banjir hingga Jembatan di Kebumen Putus gegara Sampah

Muhammad Hafied • Selasa, 5 November 2024 | 03:20 WIB

 

AKSES TERPUTUS : Jembatan di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng runtuh diterjang banjir. Peristiwa ini dipicu akibat tumpukan sampah yang tersangkut di pilar jembatan.
AKSES TERPUTUS : Jembatan di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng runtuh diterjang banjir. Peristiwa ini dipicu akibat tumpukan sampah yang tersangkut di pilar jembatan.
 

 

 

KEBUMEN - BPBD Kebumen telah mengidentifikasi pemicu bencana yang terjadi di beberapa titik. Satu dari sekian banyak faktor bencana adalah adanya tumpukan sampah yang tak terkendali. Kondisi ini mengakibatkan banjir serta tanah longsor tidak dapat dihindari.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono menyatakan, sampah yang terbawa arus dari hulu ke hilir kerap menyangkut di pilar jembatan. Hal ini tentu menghambat aliran sungai hingga meningkatkan potensi banjir.

"Dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan sungai. Ini penting agar aliran air tetap lancar dan bencana banjir dapat diantisipasi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono, Senin (4/11).

Seperti kasus putusnya jembatan di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng pada Jumat (1/11) sore. BPBD Kebumen menyatakan runtuhnya jembatan tak lepas dari keberadaan sampah yang tersangkut di bagian pilar atau abutment.

Tumpukan sampah tersebut dinilai cukup mengganggu derasnya aliran air sungai dari hulu hingga menggerus struktur bangunan jembatan. "Timbunan sampah menyebabkan aliran sungai terganggu. Ini juga meningkatkan risiko banjir di area sekitar," katanya.

Jembatan berukuran sekitar 12x4 meter tersebut putus total akibat diterjang banjir. Separuh struktur bangunan jembatan bahkan runtuh karena tak mampu membendung derasnya banjir.

"Kami bersama relawan langsung bergerak cepat. Satu unit alat berat ikut diterjunkan untuk membersihkan puing dan tumpukan sampah," jelasnya.

Sejauh ini pihaknya bersama relawan juga terus melakukan bersih-bersih sungai untuk mengurangi risiko banjir terutama ketika musim hujan. Dia tak memungkiri wilayah Kebumen tergolong rawan bencana banjir dan tanah longsor. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang dalam tiga hari mengakibatkan bencana di sejumlah titik. BPBD Kebumen sendiri mencatat ada 23 kejadian bencana di 13 kecamatan akibat cuaca ekstrem. Bencana tersebut meliputi tanah longsor, banjir serta pohon tumbang. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #Jembatan Putus #Banjir #Sampah #BPBD