MUNGKID - Seorang dokter asal Magelang bernama Agung Nugroho Darmawan, (42), mengalami kecelakaan di Johor, Malaysia pada Rabu (23/10/2024) lalu.
Dia bersama anak bungsunya ditabrak oleh seorang pelajar yang diduga ugal-ugalan saat berkendara.
Akibatnya, Agung koma dan telah menjalani empat kali operasi di Hospital Enche' Besar Hajjah Khalsom, Kluang, Malaysia.
Kabar itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Agung. Apalagi belum ada tindakan tegas dari aparat kepolisian setempat terhadap kejadian tersebut.
Ditambah, terduga pelaku belum bertanggungjawab.
Keluarga sudah mengupayakan berbagai hal agar keadilan berpihak pada Agung.
Termasuk melakukan doa bersama demi kesembuhan Agung.
Sepupu Agung, Mutiara Anggraini menjelaskan, saudaranya itu ditabrak oleh seorang pelajar yang ugal-ugalan menggunakan mobil SUV pada Rabu (23/10/2024) sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Bulatan Jalan Persiaran Seri Impian, Kluang, Johor.
Keluarga mengetahui kabar itu dari istri Agung, Lenora. Betapa kagetnya keluarga mendengar kabar tersebut.
Mutiara pun segera mengonfirmasi kabar itu. Dia pun mengetahui video dashcam yang merekam kronologi kecelakaan tersebut.
Bahkan, videonya sudah tersebar di media sosial.
"Dari videonya, ada mobil hitam SUV yang dikendarai pelajar dan kebut-kebutan. Padahal ada bundaran, dia nggak injak rem, malah digas, dan akhirnya nabrak mobil Mas Agung," katanya, Senin (4/11/2024).
Padahal saat itu, Agung hendak pulang ke rumah usai menjemput anaknya.
Akibat dari kejadian nahas itu, mobil merah yang ditumpangi Agung dan anak bungsunya berusia empat tahun, ringsek ditabrak oleh mobil SUV.
Keduanya tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Keluarga besar Agung pun segera menyusul ke Malaysia agar dapat memonitor kondisinya.
Hingga saat ini, Agung masih belum sadar dan telah menjalani empat kali operasi.
Berdasarkan laporan medis, Agung mengalami luka-luka yang serius. Di antaranya patah tulang belakang serta patah tulang rusuk kanan.
Kemudian, kebocoran pada bagian tulang rusuk. Kerusakan grade 3 pada hati, grade 2 pada limpa, serta kerusakan ginjal tingkat 4 pada ginjal kanan, dan tingkat 1 pada ginjal kiri.
Tidak hanya itu, saluran kencingnya putus, patah tulang belakang bagian bawah nomor 1 hingga 4, serta tulang sakral nomor 1 hingga 3.
Selain itu, tulang skapula dan kedua tulang pinggul juga patah akibat benturan keras dalam kejadian tersebut.
Bahkan, Agung sempat drop dan mengalami henti jantung selama beberapa menit.
Sementara sang anak, kata dia, pada hari ketiga sudah sadar dan saat ini sudah menjalani aktivitas seperti biasanya.
Mutiara menyebut, keluarga sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Tapi, keluarga mendapat balasan jika mereka masih memproses kejadian itu.
Alih-alih bertanggungjawab dan meminta maaf, terduga pelaku justru melaporkan balik Agung.
Namun, dia tidak menyebut detail pelaporan tersebut.
"Sebetulnya kami ikhlas (atas kejadian itu). Mau nengok nggak masalah. Tapi, dia (terduga pelaku) malah nuntut balik," bebernya.
Mutiara menjelaskan, Agung sudah tinggal di Malaysia sejak 2012 karena menemani sang istri bekerja di sana.
Namun, ayah empat anak itu masih Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara di KTP, alamatnya tertera di Pandansari, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Menurutnya, Agung merupakan sosok yang baik, ramah, murah senyum, dan supel.
Tak heran jika banyak teman-temannya yang turut mendoakan kesembuhan Agung. Mereka juga mendukung agar Agung segera mendapat keadilan.
Dia berharap, kejadian yang menimpa sepupunya itu segera menemui titik terang. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita