MAGELANG - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan blusukan ke Pasar Gotong Rotong Kota Magelang, Minggu (27/10/2024).
Kunjungan itu dilakukan bertepatan dengan selesainya kegiatan pembekalan atau retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Gibran tiba di pasar sekitar pukul 09.55. Pedagang dan warga pun riuh untuk menyambut kedatangannya.
Mereka juga berebut untuk bersalaman dan berswafoto dengan orang nomor dua di Indonesia itu.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp 1,5 Miliar, TPI Trisik di Kulon Progo Akan Dijadikan Penunjang Wisata dengan Konsep Seperti Ini
Gibran sempat berkeliling dan menyambangi para pedagang di pasar.
Banyak pedagang yang menawarkan barang dagangannya.
Karena itu, Gibran membeli jajanan khas Magelang berupa pothil.
Sebelum meninggalkan pasar, dia membagikan sembako, buku tulis, dan susu kotak. Gibran pun meninggalkan pasar pada pukul 10.45.
Seorang warga Maryati mengaku sudah menanti kedatangan Gibran sejak pukul 06.00. Dia juga senang karena mendapatkan susu kotak dari Gibran.
"Alhamdulillah bersyukur dapat susu dari Wakil Presiden. Semoga maju terus, bisa memberikan modal kepada rakyat kecil atau yang membutuhkan," lontarnya.
Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi mengutarakan, pemkot beberapa kali mengikuti rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait agenda retret Presiden dan anggota Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang.
Karena itu, pemkot turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Di hari terakhir retret, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyempatkan datang ke Pasar Gotong Royong.
"Di hari terakhir ini, berkenan Wakil Presiden kita, Bapak Gibran meninjau Pasar Gotong Royong. Semoga ada hikmah yang baik bagi pasar ini," ujar Hamzah.
Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah menyebut, selama kunjungan, Gibran menyapa dan berinteraksi dengan para pedagang di Pasar Gotong Royong.
"Misalnya (Gibran) tanya harga, terus belanja juga. Tapi saya lihat belanja cabai. Terus ada minyak, ada macam-macam tadi. Jajanan-jajanan khas juga. Beliau ngersakke pothil," sebutnya.
Syaifullah menuturkan, Gibran juga bertanya soal eksistensi Pasar Gotong Royong. Termasuk luas, sertifikat hak pakai (SHP), dan lainnya.
Mengingat Pasar Gotong Royong dikenal sebagai pasar tradisional yang tetap eksis di tengah maraknya pasar modern.
Selain itu, kata dia, kegiatan kenegaraan di Kota Magelang membawa dampak positif bagi sejumlah sektor.
Utamanya bagi usaha katering dan pelaku usaha lain.
"Seperti di Ngesengan, saya lihat ramai terus. Multiplier effect-nya luar biasa," imbuhnya. (aya)
Editor : Bahana.