MAGELANG - Badan Gizi Nasional membangun Satuan Pelayanan Makan Bergizi di Jalan Gatot Soebroto, tak jauh dari lokasi Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Gedung itu nantinya akan difungsikan menjadi dapur umum untuk menyiapkan sekitar tiga ribu makanan bergizi yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka.
Pada Sabtu (26/10/2024), Prabowo menyempatkan diri untuk mengunjungi satuan pelayanan tersebut di sela agenda pembekalan.
Prabowo tiba di lokasi pukul 14.18 dengan menaiki mobil golf lewat pintu D, kompleks Akmil.
Dia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai sopir, lalu Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Begitu tiba, Prabowo bergegas memasuki gedung dan pintu ditutup rapat lengkap dengan penjagaan ketat di luar.
Tak berselang lama, pada pukul 14.25, Prabowo dan rombongan keluar dari gedung. Lalu, menaiki mobil golf dan kembali menuju Akmil lewat pintu D.
Prabowo juga sempat melambaikan tangan kepada awak media di lokasi.
Manajer Kepala Satuan Pelayanan Makan Bergizi, Badan Gizi Nasional Fahmi Idris mengutarakan, gedung yang baru saja ditinjau oleh Prabowo merupakan tempat produksi untuk membagi makanan bergizi kepada siswa.
Makan siang bergizi merupakan salah satu program andalan Prabowo yang telah digadang-gadang saat masa kampanye Pilpres 2024.
Nantinya, ada nutritionist atau ahli gizi yang akan mengatur menu. Fahmi mengatakan, menu yang disiapkan pun berbeda-beda setiap harinya.
Tergantung penghitungan gizi di masing-masing wilayah.
Para ahli gizi juga membuat sampel atau uji coba membuat makanan bergizi sebanyak 200 set makanan yang sudah tersaji di dalam tempat makan stainless steel.
Isinya berupa nasi, ayam suwir, sayur oseng buncis, jeruk, dan susu kotak. Adapun bahan baku untuk makanan itu, kata dia, diperoleh dari sekitar lokasi.
"Karena konsep kita adalah ekonomi lokal dan tenaga lokal yang berjumlah 50 orang," paparnya.
Fahmi mengatakan, dengan adanya 50 pekerja itu, nantinya bisa memproduksi sekitar tiga ribu paket makanan bergizi. Saat ditanya teknis distribusi makanan bergizi itu, dia enggan membeberkannya.
"Setahu saya, sudah ada piloting (satuan pelayanan). Jadi, ini (satuan pelayanan di Magelang) bukan yang pertama (di Indonesia)," imbuh dia. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita