Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Batal Diresmikan Jokowi, MAJT An-Nuur Magelang Sudah Bisa Difungsikan

Naila Nihayah • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 20:52 WIB

 

MEGAH: Bangunan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang berdiri megah di atas tanah seluas 5 hektare dan bisa menampung sekitar 8.000 jemaah.
MEGAH: Bangunan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang berdiri megah di atas tanah seluas 5 hektare dan bisa menampung sekitar 8.000 jemaah.

MUNGKID - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang semula direncanakan bakal diresmikan Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Presiden. Hanya saja, rencana itu batal.

Kini, masjid tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk salat dan kegiatan keagamaan lainnya.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengutarakan, sesuai rencana, MAJT An-Nuur akan diresmikan Jokowi bersamaan dengan proyek pembangunan lainnya.

Namun, dia menilai, rencana peresmian itu terkendala kesibukan Jokowi.

"Kami sampaikan kepada bapak Presiden yang baru, Insyaallah dalam waktu dekat, peresmian (MAJT) akan dilaksanakan oleh beliau," terangnya, Sabtu (26/10/2024).

Meski belum diresmikan, MAJT An-Nuur sudah bisa dimanfaatkan untuk salat dan berbagai kegiatan keagamaan lain.

Mengingat pembangunan MAJT sudah rampung 100 persen dan jajaran pengurus takmir sudah dibentuk.

Termasuk sarana dan prasarana penunjang masjid.

Nana mengatakan, bangunan MAJT An-Nuur cukup luas dan berdiri megah di atas tanah seluas 5,0076 hektare. Masjid tersebut terdiri dari dua lantai.

Menariknya, ada menara setinggi 39 meter yang bisa melihat pemandangan sekitar, termasuk Candi Borobudur.

Masjid itu dapat menampung sekitar 8.000 jemaah.

Pembangunan masjid tersebut menjadi satu upaya Pemprov Jateng dan Pemkab Magelang untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Keberadaan MAJT harapannya dapat mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang agamis, religius, toleran, dan guyup dalam wadah NKRI.

Dia juga berharap masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat dan mengaji, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai tempat pelayanan yang bersifat sosial.

Nana menyebut, ada sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut. Seperti gedung pertemuan di lantai 1 yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan sosial dan ruang penunjang lain. Sementara lantai 2 untuk tempat salat.

Dalam rangka pengadaan sarana dan prasarana lain, Baznas Provinsi Jateng memberikan bantuan sebesar Rp 724.250.920.

"Harapannya, bantuan tersebut dapat menunjang masjid ini agar lebih megah dan elok dipandang. Sehingga MAJT ini nantinya dapat menjadi salah satu wisata religi," paparnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menambahkan, MAJT dibangun di atas tanah seluas 5,0076 hektare.

Pemkab menyediakan lahan seluas 1,9138 hektare dan pemprov menyediakan 3,2259 hektare.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Takluk 15 Gol Tanpa Balas, Satoru Mochizuki Sebut Pengalaman Berharga Demi Perkembangan Garuda Pertiwi

"Pembangunan fisiknya dilakukan multiyears sejak 2022 hingga 2023 dengan anggaran Rp 121,5 miliar," sebutnya.

Pemprov berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan kawasan MAJT dengan merehabilitasi masjid lama.

Nantinya, pemprov bakal mengalihfungsikannya sebagai perpustakaan dan kantor sekretariat keagamaan. Karena masjid tersebut memiliki nilai sejarah.

Sementara itu, Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto berharap agar MAJT dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Beberapa hari yang lalu, saya masih Jumatan di masjid sebelah. Saya melihat banyak warga Mungkid dan luar daerah yang ingin melaksnakan salat Jumat di sini. Alhamdulillah mulai siang ini, doa kita terkabul dan MAJT bisa dimanfaatkan," katanya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kabupaten Magelang #MAJT #Difungsikan #joko widodo #Jokowi #Masjid Agung Jawa Tengah