MAGELANG - Hujan mengiringi kegiatan upacara Parade Senja dan penurunan bendera Merah Putih di Lapangan Pancasila, kompleks Akmil Magelang, Jumat petang (25/10/2024). Anggota Kabinet Merah Putih pun kompak mengenakan seragam komponen cadangan (Komcad).
Upacara diawali dengan masuknya pasukan tiga matra TNI, yakni AAD, AAU, dan AAL ditambah dengan Akpol yang berjumlah 1.352 orang. Setelah itu, ada penghormatan kepada presiden serta wakil presiden saat tiba di Lapangan Pancasila pada pukul 17.40. Upacara pun dimulai dengan Prabowo sebagai inspektur upacara.
Kemudian keduanya bersama perwakilan menteri memeriksa barisan dengan mengendarai mobil Maung. Dilanjutkan prosesi penurunan bendera Merah Putih oleh petugas. Selama prosesi, seluruh lampu sengaja dimatikan dan hanya menyorot pada bendera saja.
Begitu rangkaian penurunan bendera Merah Putih rampung, pasukan tiga matra dan Akpol membubarkan diri. Lalu dilanjut persembahan drumband Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) Taruna Akmil. Meski hujan mengguyur, tak menyurutkan semangat mereka untuk memaksimalkan penampilannya.
Setelah itu, pasukan yang terdiri atas AAD, AAU, AAL, dan Akpol memberi penghormatan kepada Prabowo. Barulah upacara selesai dan rombongan anggota Kabinet Merah Putih menuju ruang makan Husein untuk mengikuti gala dinner.
Presiden Prabowo Subianto menyebut, dirinya sengaja mengajak seluruh pimpinan di pemerintahan yang baru ini ke Lembah Tidar untuk mengingat kembali perjuangan para pejuang Indonesia. "Saya jelaskan kepada mereka (para menteri) bahwa Lembah Tidar ini bagian dari suatu wilayah perjuangan panjang," lontarnya di sela gala dinner.
Dia menyebut, Magelang kental terhadap perlawanan para penjajah yang berlangsung ratusan tahun. Mulai dari Sultan Agung yang turut melintasi Magelang untuk menyerang Batavia (Jakarta) hingga perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan kepada para menteri soal legenda Bukit Tidar yang merupakan pakunya Pulau Jawa. "Saya kira hampir semua taruna dan alumni Akmil pernah naik ke Bukit Tidar. Secara sukarela ataupun tidak. Ada yang dihukum berkali-kali juga," katanya.
Dia menuturkan, Lembah Tidar merupakan pusatnya para ksatria yang sejak remaja memilih hidup dalam pengorbanan. Sebab para taruna dan taruni memilih untuk mengabdi dan berbakti pada Indonesia.
Hal itu dapat memacu semangat para menteri dalam menjalankan program kerjanya. "Saya bawa mereka (para menteri) untuk melihat tunas-tunas pemimpin bangsa. Untuk melihat semangatmu (taruna) dan disiplinmu, bahwa seorang prajurit itu siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara. Dan menteri siap membela kepentingan rakyat Indonesia," serunya. (aya/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita